Prabowo Bakal Sita 8 Juta Hektare Lahan Perkebunan Ilegal di Akhir 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Mei 2026, 11:28
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Presiden Prabowo di Peringatan Hari Buruh. Presiden Prabowo di Peringatan Hari Buruh. (YouTube)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyatakan, bakal menguasai kembali 8 juta hektare lahan perkebunan ilegal hingga akhir 2026. Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya saat peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Silang Monas, Jakarta, Jumat, 1 Mei 2026.

Prabowo mulanya menyatakan, Indonesia merupakan negara yang sangat kaya. Namun, kekayaan Indonesia banyak dicuri.

"Setelah saya jadi presiden saya belajar, saya lihat data-data. Percayalah negara kita sangat kaya saudara-saudara sekalian. Hanya kekayaannya ini banyak dicolong," kata Prabowo.

Kepala Negara menyebut, banyak pengusaha tambang dan perkebunan yang menjalankan usahanya tanpa izin atau ilegal. Untuk itu, pemerintah, telah mengambil alih 5 juta hektare perkebunan ilegal tersebut.

"Mereka bikin kebun tanpa izin. Banyak bikin tambang tanpa izin. Aku sudah ambil alih itu semua saudara-saudara sekalian. Sampai hari ini sudah hampir 5 juta hektare yang kita kuasai kembali. kembali ke rakyat," katanya.

Baca Juga: Prabowo di Peringatan Hari Buruh: Banyak Elite Curi Uang Rakyat, Saya Tidak Rela

Prabowo memperhitungkan, hingga akhir 2026, terdapat 8 juta hektare lahan perkebunan yang akan kembali dikuasai pemerintah.

"Perhitungan saya sampai akhir 2026, kita akan kuasai kembali sampai 8 juta hektare," katanya,

Tak hanya lahan perkebunan, Prabowo menyatakan, pemerintah juga menutup ribuan tambang ilegal. Perkebunan dan pertambangan itu, katanya akan dikelola pemerintah untuk kesejahtareaan rakyat.

"Kita sudah tutup ribuan tambang ilegal, ribuan dan ini kita akan kelola dan ini nanti akan kita kuasai semua, dan itu nanti untuk kemakmuran rakyat Indonesia," katanya.

x|close