Prabowo: Sudah Terlalu Lama SDA Kita Dikuasai Pedagang yang Saya Pertanyakan Nasionalisme Mereka

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Apr 2026, 13:46
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Prabowo Subianto di Cilacap Prabowo Subianto di Cilacap (Istimewa)

Ntvnews.id, Cilacap - Presiden Prabowo Subianto mempertanyakan sikap nasionalisme sebagian pelaku usaha di Indonesia. Ia menilai bahwa dalam waktu yang sudah sangat lama, para petani, nelayan, dan buruh di Tanah Air belum memperoleh kesejahteraan yang semestinya.

"Sudah terlalu lama petani Indonesia, nelayan Indonesia, buruh Indonesia tidak menikmati kesejahteraan yang layak, sudah terlalu lama sumber daya ekonomi kita, SDA kita dikuasai oleh pedagang-pedagang yang saya pertanyakan nasionalisme mereka," tuturnya dalam acara peresmian groundbreaking 13 proyek hilirisasi fase ke-2 di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu, 29 April 2026.

Prabowo juga menyoroti pemberian berbagai fasilitas negara kepada pelaku usaha, mulai dari konsesi tambang, konsesi perkebunan, hingga dukungan kredit dari bank milik pemerintah. Namun, menurutnya, setelah berhasil, hasil usaha tersebut justru tidak kembali berputar di dalam negeri.

"Kita kasih konsesi tambang, kita kasih konsesi perkebunan, kita kasih lagi kredit dari bank pemerintah, bank milik rakyat, tapi mereka begitu berhasil, hasil usahanya tidak ditempatkan di Indonesia," tuturnya.

Baca Juga: Prabowo: Hilirisasi Adalah Jalan Menuju Kebangkitan Bangsa Indonesia

Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak boleh terus berlangsung. Sebagai pemegang mandat rakyat, ia menyatakan tidak ingin melanjutkan praktik yang dinilainya merugikan bangsa, dan menekankan agar kekayaan Indonesia harus dikelola serta dinikmati oleh rakyat sendiri.

"Saya kira bangsa Indonesia tidak mau hal ini diteruskan, dan saya sebagai mandataris sebagai yang diberi kepercayaan rakyat Indonesia, saya juga tidak mau meneruskan hal-hal seperti ini, saya menginginkan sumber kekayaan bangsa Indonesia harus di tangan bangsa Indonesia dan harus dinikmati oleh rakyat Indonesia," tegasnya.

Prabowo juga menyebut bahwa para pelaku di sektor strategis, termasuk Danantara dan BUMN, memiliki peran penting sebagai harapan bangsa. Ia menekankan pentingnya pengabdian dengan sepenuh hati untuk kepentingan rakyat dan negara.

"Dan Saudara-Saudara adalah pelaku utama. Saudara-Saudara yang di Danantara, Saudara yang di BUMN, Saudara sekarang adalah harapan bangsa. Saudara patriot yang diharapkan rakyat kita, para prajurit para polisi adalah perisai, bayangkara pelindung tapi kalian yang harus wujudkan itu. Saudara-Saudara, saya mengimbau menggugah kalian kerahkan dari hatimu kerahkan dari hatimu cintamu kepada bangsa dan rakyat, berbuatlah untuk bangsa dan rakyat kita," tuturnya.

Prabowo Subianto, meresmikan pembangunan 13 proyek hilirisasi tahap kedua yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia <b>(Istimewa)</b> Prabowo Subianto, meresmikan pembangunan 13 proyek hilirisasi tahap kedua yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia (Istimewa)

Ia juga menegaskan bahwa Indonesia telah memiliki data dan pemahaman yang cukup mengenai kekayaan alamnya, sehingga saat ini yang menjadi tantangan adalah kemampuan untuk mengelolanya secara optimal. Ia mendorong peran para teknokrat, ilmuwan, insinyur, dan akademisi untuk menjadi pembela kepentingan rakyat.

"Ini kesempatan emas, kita sudah mengerti kekayaan kita, kita sudah paham kita sudah lihat data-datanya, sekarang tinggal kita mampu atau tidak mengelola. Sekarang saatnya para teknokrat, sekarang saatnya para ilmuwan, para insinyur, para profesor, jadi profesor Merah Putih, jadi pembela rakyat, jadi insinyur untuk bangsa dan rakyat," tandasnya.

Prabowo juga mengingatkan agar keahlian dan kecerdasan tidak disalahgunakan untuk merugikan bangsa, termasuk melalui korupsi atau kepentingan asing yang dapat membuat kekayaan nasional mengalir ke luar negeri.

"Jangan kepandaianmu untuk menipu rakyat dan bangsa, jangan kepandaianmu untuk menutupi korupsi dan perampokan, jangan kepandaianmu kau pakai untuk memperkaya bangsa lain, kita tidak benci bangsa lain, kita tidak mau rakyat kita miskin terus karena uang kita diambil ke luar negeri," ujarnya.

Baca Juga: Prabowo Resmikan 13 Proyek Hilirisasi Tahap 2 Senilai Rp116 Triliun di Berbagai Daerah

Ia menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan mentoleransi pihak-pihak yang tidak memiliki sikap patriotik, meskipun mereka memiliki kemampuan tinggi. Menurutnya, keberpihakan kepada bangsa sendiri menjadi syarat utama dalam bekerja sama dengan pemerintah yang ia pimpin.

"Kalau Saudara mau silahkan jangan ikut pemerintah yang saya pimpin. Pilih, tiap manusia bisa pilih. Bela rakyatmu atau mengabdi ke yang lain. Saya tidak akan toleransi mereka-mereka yang tidak patriotik, sepintar apapun kau tapi kalau tidak bela bangsa sendiri tidak ada tempat di sekitar saya. Carilah orang lain," tandasnya.

x|close