Ntvnews.id, Moskow - Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev menilai meredanya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran sebagai kemenangan akal sehat. Ia menyebut konflik kedua negara saat ini pada dasarnya hanya ditangguhkan, dengan masing-masing pihak mengklaim keberhasilan.
"Jadi siapa yang menang? Pertama dan yang terpenting adalah akal sehat, yang sangat dirusak oleh pernyataan Gedung Putih tentang menghancurkan peradaban Iran dalam satu hari," ujar Medvedev, dilansir dari RIA Novosti, Kamis, 9 April 2026.
Menurutnya, kesediaan Washington untuk membahas proposal rencana 10 poin yang diajukan Iran menjadi pencapaian tersendiri bagi Teheran. Meski demikian, ia menilai masih ada ketidakpastian apakah AS akan menyetujui seluruh ketentuan dalam proposal tersebut.
Medvedev juga mengingatkan agar Amerika Serikat menjaga stabilitas gencatan senjata yang masih rapuh dengan Iran. Ia menilai langkah lanjutan yang tidak terukur berpotensi memperburuk situasi.
Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova turut memberikan pandangan terkait perkembangan tersebut. Ia menilai pendekatan agresif tanpa provokasi pada akhirnya tidak efektif.
Baca Juga: Indonesia Tegaskan Kebebasan Navigasi Harus Dijaga di Selat Hormuz
Zakharova menggambarkan kondisi Timur Tengah saat ini sebagai bukti bahwa strategi berbasis eskalasi dan kekerasan tidak dapat menjadi solusi jangka panjang.
Ia menegaskan bahwa Rusia sejak awal telah mendorong penghentian agresi dan menilai pendekatan militer tidak akan menyelesaikan masalah. Menurutnya, penyelesaian konflik harus ditempuh melalui jalur politik dan diplomasi dengan mengedepankan hukum internasional serta saling menghormati kepentingan semua pihak.
Sebelumnya, Iran dan Amerika Serikat menyepakati gencatan senjata selama dua pekan, kurang dari dua jam sebelum tenggat waktu yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump. Kedua negara dijadwalkan melanjutkan pembahasan melalui negosiasi yang akan digelar di Pakistan mulai Jumat, 10 April 2026.
Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev. (ANTARA)