Indonesia Sambut Gencatan Senjata AS-Iran, Dorong Penyelesaian Damai Berkelanjutan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Apr 2026, 15:05
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Bendera nasional Iran dan Amerika Serikat. (ANTARA/Anadolu/py/pri.) Ilustrasi - Bendera nasional Iran dan Amerika Serikat. (ANTARA/Anadolu/py/pri.) (Antara)

Ntvnews.id , Jakarta - Pemerintah Indonesia menyambut baik kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran, termasuk rencana pemulihan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz. Hal tersebut disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI.

Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang menyatakan bahwa perkembangan ini menunjukkan adanya keterbukaan dari pihak-pihak yang terlibat konflik untuk kembali menempuh jalur diplomasi.

"Indonesia melihat momentum ini sebagai awal yang positif, serta mendorong agar kesempatan ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memajukan penyelesaian damai yang berkelanjutan," kata Yvonne di Jakarta, Rabu (8 April 2026).

Ia menegaskan bahwa dialog dan diplomasi menjadi satu-satunya cara dalam menyelesaikan konflik yang sedang berlangsung.

Baca Juga: Ketegangan Memuncak, Trump Ancam Hancurkan Infrastruktur Iran

Karena itu, menurutnya, kontribusi Indonesia dalam meredakan ketegangan di kawasan Teluk akan tetap berfokus pada pendekatan diplomatik tersebut.

Indonesia juga berkomitmen untuk terus mendukung berbagai upaya diplomasi yang bersifat konstruktif demi tercapainya solusi konflik yang lebih permanen.

Yvonne menambahkan bahwa seluruh upaya tersebut harus menempatkan kepentingan masyarakat sipil sebagai prioritas utama.

Sementara itu, Juru Bicara II Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela menyampaikan bahwa kesepakatan gencatan senjata ini membuka peluang bagi pemulihan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.

"Dengan adanya perkembangan ini, kami berharap supaya bisa berkembang menjadi resolusi konflik yang lebih permanen dan berdampak baik bagi kepentingan kita, baik dalam hal kebebasan navigasi maupun untuk ke depannya," kata Nabyl.

Ia menilai bahwa dampak dari perkembangan tersebut tidak hanya dirasakan oleh Indonesia, tetapi juga kawasan Teluk serta masyarakat global secara luas.

Baca Juga: Paus Leo XIV: Ancaman Trump ke Iran Tidak Bisa Diterima

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan dengan Iran, sekaligus menyatakan bahwa Selat Hormuz akan segera dibuka kembali.

"Saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan ke Iran selama dua pekan. Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah," kata Trump di Truth Social.

Setelah pengumuman tersebut, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) mengonfirmasi bahwa pembicaraan dengan Amerika Serikat akan dimulai pada Jumat (10 April 2026) di Islamabad, Pakistan.

Iran juga menyampaikan bahwa proposal gencatan senjata 10 poin yang diajukan sebelumnya telah dipandang oleh pihak AS sebagai dasar untuk proses negosiasi lanjutan.

(Sumber: Antara)

x|close