Ntvnews.id, Jakarta - Qatar menginginkan kesepakatan apa pun di masa depan mengenai Selat Hormuz untuk melibatkan negara-negara regional dan memiliki pengamanan internasional, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al-Ansari, Selasa.
"Setiap perjanjian mengenai Selat Hormuz setelah perang harus melibatkan peserta regional dan memiliki pengamanan internasional," kata Al-Ansari dalam konferensi pers.
Mengingat bahwa selat tersebut merupakan jalur air alami, bukan kanal buatan manusia, sangat penting untuk mencapai kesepakatan tentang kepemilikan bersama, tambahnya.
Terlepas dari berbagai inisiatif untuk melanjutkan pelayaran melalui selat tersebut, kapal dan tanker Qatar saat ini tidak dapat melewatinya," kata juru bicara tersebut.
Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran menanggapi dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Eskalasi konflik praktis telah menghentikan pengiriman melalui Selat Hormuz, jalur pasokan utama untuk minyak dan LNG global. Akibatnya, harga bahan bakar naik di sebagian besar negara.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
ANTARA
Arsip - Foto udara menunjukkan Selat Hormuz, Iran. (ANTARA/Anadolu/py.) (Antara)