Prabowo Targetkan Indonesia Stop Impor BBM dalam 2–3 Tahun

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Apr 2026, 15:29
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto menandatangani prasasti dalam peresmian pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik milik PT VKTR Teknologi Mobilitas, di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026). ANTARA/Youtube Sekretariat Presiden. Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto menandatangani prasasti dalam peresmian pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik milik PT VKTR Teknologi Mobilitas, di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026). ANTARA/Youtube Sekretariat Presiden. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan Indonesia tidak lagi bergantung pada impor bahan bakar minyak (BBM) dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun ke depan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat kemandirian energi nasional.

"Mungkin kita dua, tiga tahun lagi tidak perlu import BBM sama sekali," kata Presiden Prabowo dalam pidatonya saat meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik VKTR di Magelang, Jawa Tengah, Kamis, 9 April 2026.

Presiden menjelaskan bahwa target tersebut akan didorong melalui program elektrifikasi berkapasitas 100 gigawatt yang ditargetkan rampung dalam dua tahun. Program ini mencakup penghentian operasional 13 pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) milik PLN yang selama ini mengonsumsi bahan bakar solar dalam jumlah besar.

Baca Juga: Bank Dunia Nilai Fiskal Indonesia Masih Kuat Meski BBM Subsidi Tak Naik hingga 2026

Menurut Prabowo, penutupan PLTD tersebut berpotensi menghemat konsumsi solar hingga 200 ribu barel per hari. Saat ini, Indonesia masih mengimpor sekitar satu juta barel BBM per hari, sehingga langkah pengurangan penggunaan diesel dapat menekan ketergantungan impor hingga 20 persen.

Selain fokus pada elektrifikasi pembangkit listrik, pemerintah juga mempercepat penggunaan kendaraan listrik serta pengembangan energi terbarukan lainnya, termasuk pengolahan kelapa sawit dan minyak jelantah menjadi bahan bakar avtur.

Untuk mendukung transformasi energi tersebut, pemerintah berencana menggelontorkan investasi besar dalam pembangunan fasilitas pengolahan atau refinery di dalam negeri.

"Kita akan mandiri, kita akan kuat, kita akan berdiri di atas kaki kita sendiri," kata Prabowo

Baca Juga: Peneliti ITS Kembangkan “Benwit”, Bensin Berbahan Sawit Jadi BBM Alternatif

Upaya ini juga diperkuat dengan peresmian fasilitas perakitan kendaraan komersial listrik di Magelang, yang diharapkan mampu mendorong hilirisasi industri dan pengembangan teknologi nasional.

Dengan target produksi mencapai 10.000 unit bus per tahun, pemerintah ingin memperkuat ekosistem otomotif nasional sekaligus meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) secara bertahap hingga mencapai 80 persen.

Pengoperasian pabrik tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam mempercepat transisi energi nasional, dari ketergantungan pada bahan bakar fosil menuju pemanfaatan energi bersih yang lebih berkelanjutan.

(Sumber: Antara)

x|close