Prabowo Targetkan Produksi Massal Sedan Listrik Indonesia Dimulai 2028

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Apr 2026, 14:59
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato pada peresmian pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik milik PT VKTR Teknologi Mobilitas di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026). ANTARA/Youtube Sekretariat Presiden. Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato pada peresmian pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik milik PT VKTR Teknologi Mobilitas di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026). ANTARA/Youtube Sekretariat Presiden. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia mampu memproduksi sedan listrik secara massal pada 2028. Target tersebut menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat industri kendaraan listrik nasional.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial listrik milik PT VKTR Teknologi Mobilitas di Magelang, Jawa Tengah, Kamis. Dalam pidatonya, ia menegaskan optimisme terhadap kesiapan Indonesia dalam memasuki era produksi kendaraan listrik skala besar.

"Memang rencana kita, saya berharap di tahun 2028 kita akan produksi secara besar-besaran mobil sedan dari listrik," kata Prabowo.

Baca Juga: Infografik: Tips Perawatan Mobil Listrik Setelah Perjalanan Jauh

Menurut Presiden, langkah menuju produksi sedan listrik massal didukung oleh capaian industri saat ini yang telah mampu memproduksi kendaraan listrik komersial, seperti bus dan truk. Hal ini dinilai sebagai fondasi penting dalam membangun ekosistem kendaraan listrik nasional yang lebih kuat.

Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan pembentukan perusahaan khusus untuk memproduksi sedan listrik dalam negeri.

"Kita juga sedang bentuk perusahaan untuk memproduksi sedan. Sedan dari listrik," kata Prabowo.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengungkapkan bahwa Presiden turut mendorong peran perguruan tinggi dalam mempercepat pengembangan energi bersih, termasuk pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan konversi kendaraan listrik.

Baca Juga: VinFast Tembus 3.520 Pesanan Mobil Listrik dalam Sehari di Vietnam, Perkuat Ekspansi Global ke Indonesia

Dukungan tersebut diwujudkan melalui riset dan kajian akademik guna mempercepat pemanfaatan energi terbarukan. PLTS diprioritaskan sebagai pengganti pembangkit listrik berbahan bakar diesel yang dinilai mahal dan kurang efisien.

Selain itu, pemerintah juga mempercepat transisi ke kendaraan listrik untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM). Langkah ini dinilai penting karena tingginya harga BBM dapat memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian nasional.

Sebagai bagian dari strategi besar tersebut, Presiden Prabowo juga telah menginstruksikan pembangunan PLTS dengan kapasitas mencapai 100 gigawatt guna mendukung program elektrifikasi dan mewujudkan kemandirian energi di Indonesia.

(Sumber: Antara)

x|close