Korea Utara Sebut Kerja Sama Pertahanan Jepang-Korsel Ancam Stabilitas Kawasan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Jul 2026, 05:00
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Semenanjung Korea. Ilustrasi - Semenanjung Korea. (Antara)

Ntvnews.id, Tokyo - Pemerintah Korea Utara mengecam semakin eratnya kerja sama pertahanan antara Jepang dan Korea Selatan. Pyongyang menilai langkah tersebut berpotensi mengganggu stabilitas keamanan di Semenanjung Korea dan dapat memicu konsekuensi yang berbahaya.

Kecaman itu dimuat Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA) pada Kamis, 9 Juli 2026, mengutip komentar Institut Studi Negara Musuh yang diterbitkan sehari sebelumnya.

Dalam pernyataannya, lembaga tersebut menyoroti rencana penandatanganan Acquisition and Cross-Servicing Agreement (ACSA) antara Tokyo dan Seoul.

Menurut Korea Utara, perjanjian itu akan menjadi "tahap akhir pembentukan aliansi militer" antara kedua negara.

Baca JugaKorea Utara Kembali Uji Rudal Balistik, Korsel Katar-ketir

ACSA merupakan kesepakatan yang memungkinkan kedua negara saling memberikan dukungan logistik militer, seperti penyediaan makanan, bahan bakar, hingga amunisi, sehingga kerja sama pertahanan di antara keduanya menjadi semakin erat.

Sebelumnya, Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menyatakan ACSA merupakan kebutuhan praktis, meski ia mengakui masih terdapat sentimen publik di negaranya terkait sejarah Jepang pada masa perang.

Korea Utara juga menyoroti sejumlah bentuk kerja sama militer yang telah dilakukan kedua negara, termasuk dukungan pengisian bahan bakar oleh Pasukan Bela Diri Udara Jepang kepada pesawat militer Korea Selatan saat berkunjung ke Jepang pada Januari, serta latihan gabungan pencarian dan penyelamatan (search and rescue/SAR) yang berlangsung pada Juni.

Baca JugaEks Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Divonis 30 Tahun Penjara dalam Kasus Pengiriman Drone ke Korea Utara

Pyongyang menilai penguatan hubungan pertahanan Jepang dan Korea Selatan merupakan bagian dari upaya mempererat kerja sama trilateral bersama Amerika Serikat.

"Tidak akan pernah ada perubahan terhadap struktur pertahanan mutlak tanpa mundur yang dibangun di Semenanjung Korea oleh negara pemilik senjata nuklir terkuat," demikian komentar dari lembaga tersebut.

(Sumber: Antara)
 
x|close