Korea Utara Kembali Uji Rudal Balistik, Korsel Katar-ketir

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Apr 2026, 08:55
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Seorang pria menonton TV yang menyiarkan berita tentang Korea Utara yang menembakkan rudal balistik di atas Jepang, di sebuah stasiun kereta api di Seoul, Korea Selatan, Selasa (4/10/2022). ANTARA/REUTERS/Kim Hong-Ji/as. Arsip foto - Seorang pria menonton TV yang menyiarkan berita tentang Korea Utara yang menembakkan rudal balistik di atas Jepang, di sebuah stasiun kereta api di Seoul, Korea Selatan, Selasa (4/10/2022). ANTARA/REUTERS/Kim Hong-Ji/as. (Antara)

Ntvnews.id, Pyongyang - Korea Utara kembali melaksanakan uji peluncuran sejumlah rudal balistik pada Minggu, 29 April 2026 waktu setempat. Aksi ini menambah rangkaian panjang pengujian senjata yang dilakukan Pyongyang dalam beberapa pekan terakhir.

"Militer kami mendeteksi beberapa rudal balistik tak dikenal yang ditembakkan ke Laut Timur dari daerah Sinpo di Korea Utara sekitar pukul 06.10 (04.10 WIB)," kata Kepala Staf Gabungan (Joint Chiefs of Staff/JCS), lembaga militer tertinggi Korea Selatan, dilansir dari AFP, Senin, 20 April 2026.

Lokasi peluncuran tersebut mengarah ke perairan yang juga dikenal sebagai Laut Jepang. Menyikapi hal ini, militer Korea Selatan segera meningkatkan pemantauan serta kesiapsiagaan guna mengantisipasi kemungkinan adanya peluncuran lanjutan.

Sepanjang April, Korea Utara diketahui semakin gencar melakukan uji coba berbagai sistem persenjataan, mulai dari rudal balistik hingga amunisi klaster.

Baca Juga: TNI AL Amankan Benda Mirip Rudal di Perairan Tanakeke, Masih Diteliti

Pada awal bulan ini, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un bahkan secara langsung memantau uji coba rudal jelajah strategis yang diluncurkan dari kapal perang angkatan laut. Dalam dokumentasi resmi, Kim tampak didampingi sejumlah pejabat militer saat menyaksikan peluncuran tersebut.

Para analis menilai bahwa langkah ini merupakan bentuk penolakan Pyongyang terhadap upaya Korea Selatan untuk meredakan ketegangan hubungan kedua negara. Salah satu upaya Seoul adalah menyampaikan penyesalan atas insiden masuknya drone sipil ke wilayah Korea Utara pada Januari lalu.

Menurut catatan The Chosun Daily, Korea Utara sebelumnya juga sempat meluncurkan rudal balistik sebanyak dua kali dalam sehari, yakni pada pagi dan siang hari menuju Laut Timur pada 7 dan 8 April. Namun, peluncuran tersebut dilaporkan gagal setelah lintasannya hilang di awal penerbangan dan menunjukkan indikasi abnormal.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kedua kiri) menghadiri upacara peluncuran kapal selam tempur nuklir taktis pertama di Korea Selatan, Rabu, 6 September 2023. Tugas pertama kapal selam nuklir itu adalah berpatroli di perairan antara Semenanjung Korea <b>(Antara)</b> Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kedua kiri) menghadiri upacara peluncuran kapal selam tempur nuklir taktis pertama di Korea Selatan, Rabu, 6 September 2023. Tugas pertama kapal selam nuklir itu adalah berpatroli di perairan antara Semenanjung Korea (Antara)

Selain itu, uji coba rudal balistik juga tercatat dilakukan pada 4 Januari, 27 Januari, dan 14 Maret tahun ini.

Militer Korea Selatan menegaskan bahwa pihaknya terus memperkuat pengawasan dan kesiapan menghadapi kemungkinan uji coba lanjutan dari Korea Utara.

"Kami mempertahankan kesiapan penuh dengan berbagi informasi terkait rudal balistik Korea Utara secara erat dengan AS dan Jepang," JCS menyatakan.

x|close