IRGC Klaim Serang Kapal Israel dan Kapal Serbu AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Apr 2026, 15:13
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Rudal melintas di atas Yerusalem saat Iran menyerang Israel, Jumat (13/6/2025). (ANTARA/Xinhua/Chen Junqing) Rudal melintas di atas Yerusalem saat Iran menyerang Israel, Jumat (13/6/2025). (ANTARA/Xinhua/Chen Junqing) (Antara)

Ntvnews.id, Teheran Islamic Revolutionary Guard Corps

(IRGC) menyatakan telah melancarkan serangan terhadap kapal kontainer milik Israel serta kapal serbu milik Amerika Serikat dalam eskalasi terbaru konflik di kawasan.

Melalui media resminya, Sepah News, IRGC merinci bahwa serangan tersebut merupakan bagian dari gelombang ke-98 yang menargetkan aset Israel dan AS pada Senin, 6 April 2026.

IRGC mengidentifikasi kapal kontainer yang diserang sebagai “SDN7”, yang disebut terkena rudal jelajah dengan tingkat presisi tinggi hingga menyebabkan kebakaran di atas kapal.

Selain itu, IRGC juga mengklaim telah menargetkan kapal serbu amfibi milik AS, USS Tripoli (LHA-7), yang dilaporkan membawa lebih dari 5.000 personel.

Baca Juga: Kepala Intelijen IRGC Tewas dalam Serangan AS-Israel, Iran Tak Melemah

Laporan tersebut menyebut kapal itu terpaksa mundur ke wilayah selatan Samudra Hindia setelah menjadi sasaran serangan.

Serangan IRGC juga disebut menyasar sejumlah titik strategis di Israel, termasuk Kota Haifa serta fasilitas industri dan petrokimia di Be'er Sheva.

Selain itu, lokasi yang disebut sebagai titik konsentrasi pasukan Israel di Petah Tikva, wilayah tengah negara tersebut, juga menjadi target serangan menggunakan rudal balistik presisi.

IRGC turut mengklaim bahwa target lain meliputi pusat produksi bersama kendaraan udara nirawak (UAV) yang melibatkan Uni Emirat Arab dan Israel, serta sejumlah pesawat di Pangkalan Udara Ali Al Salem di kawasan tersebut.

Baca Juga: Serangan Rudal Iran ke Israel Lukai 14 Orang, Kerusakan Terjadi di Sejumlah Wilayah

Ketegangan ini merupakan kelanjutan dari konflik yang meningkat sejak 28 Februari 2026, ketika Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan ke Teheran dan beberapa kota lainnya di Iran.

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, bersama sejumlah pejabat militer dan warga sipil.

Sebagai respons, Iran meluncurkan gelombang serangan balasan menggunakan rudal dan drone ke berbagai target Israel dan aset militer AS di Timur Tengah, sekaligus memperketat kendali atas Selat Hormuz yang menjadi jalur penting distribusi energi global.

(Sumber: Antara)

x|close