Ntvnews.id, Jakarta - Kepala organisasi intelijen Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Majid Khademi, dilaporkan tewas dalam serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Dalam pernyataan resminya pada Senin (6/4), IRGC menyebut Khademi meninggal dunia akibat serangan yang mereka sebut sebagai bagian dari “perang ketiga yang dipaksakan”. Informasi tersebut juga dikutip oleh kantor berita Fars News Agency.
“Kepala organisasi intelijen IRGC, Majid Khademi, meninggal pagi ini akibat serangan Amerika-Zionis selama perang ketiga yang dipaksakan,” demikian pernyataan IRGC.
BREAKING: Majid Khademi, the head of the Iranian Revolutionary Guards’ Intelligence Organisation, has been killed, according to state media. pic.twitter.com/NaMHbNx6Hm
— Al Jazeera Breaking News (@AJENews) April 6, 2026
Menanggapi kejadian tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menegaskan bahwa kematian Khademi merupakan konsekuensi dari apa yang ia sebut sebagai “kegagalan” Amerika Serikat dan Israel di medan perang.
Ia juga memastikan bahwa gugurnya pejabat tinggi tersebut tidak akan melemahkan kekuatan militer Iran.
“Pembunuhan dan kejahatan tidak dapat menggoyahkan cita-cita tanpa pamrih,” ujar Khamenei dalam pernyataan resminya.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat menyusul insiden ini, meskipun belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak Amerika Serikat maupun Israel terkait serangan tersebut.
Kepala organisasi intelijen Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Majid Khademi (X)