Iran Ancam Serangan Balasan Lebih Dahsyat Jika Infrastruktur Sipil Kembali Diserang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Apr 2026, 11:35
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Iran melontarkan ancaman keras terhadap kemungkinan serangan lanjutan yang menyasar infrastruktur sipilnya. Teheran menegaskan akan membalas dengan kekuatan yang jauh lebih besar apabila tindakan serupa kembali terjadi.

Peringatan ini muncul setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan menghancurkan fasilitas sipil Iran jika tuntutan pembukaan jalur pelayaran tidak dipenuhi. Pernyataan tersebut memicu respons langsung dari pihak Iran.

Juru bicara pusat komando Khatam al-Anbiya menyampaikan sikap resmi negaranya pada Senin (6/4) melalui media pemerintah. Ia menekankan bahwa setiap serangan terhadap target sipil akan dibalas dengan eskalasi militer yang lebih luas.

Baca Juga: Pramono Groundbreaking Pasar Gardu Asem dan Pasar Kramat Jaya

"Jika serangan terhadap target sipil kembali terjadi, tahap berikutnya dari operasi ofensif dan balasan kami akan jauh lebih menghancurkan dan meluas," ujarnya, dikutip dari AFP.

Pernyataan tersebut mencerminkan meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat di tengah konflik yang terus berkembang di kawasan Timur Tengah. Situasi ini semakin memanas setelah adanya ancaman terbuka dari Washington.

Sebelumnya, Donald Trump menyatakan akan menargetkan berbagai infrastruktur sipil Iran, termasuk fasilitas energi, apabila Teheran tidak menyetujui pembukaan kembali jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.

Baca Juga: Wanita Asal Ampenan Terseret Arus Wisata Air Terjun Tibu ljo, Jasad Belum Ditemukan

Ancaman tersebut disampaikan melalui platform Truth Social dengan nada keras dan disertai makian. Dalam pernyataannya, Trump menyebut Iran harus bersiap menghadapi Selasa sebagai "hari (penghancuran) infrastruktur energi dan jembatan".

Saling ancam antara kedua negara ini memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas. Selain berdampak pada stabilitas kawasan Timur Tengah, ketegangan tersebut juga berpotensi mengganggu pasokan energi global yang selama ini bergantung pada jalur strategis di kawasan tersebut.

x|close