Ntvnews.id, Jakarta - Rumor mengenai kondisi kesehatan Donald Trump mencuat pada Sabtu, 4 April 2026, setelah Gedung Putih mengumumkan bahwa Presiden tidak akan tampil di hadapan publik sepanjang hari. Keputusan ini memicu tanda tanya karena tidak seperti biasanya, Trump dikenal kerap menghabiskan akhir pekan di Mar-a-Lago untuk bermain golf.
Spekulasi pun cepat berkembang, terutama di media sosial, dengan sebagian pihak mengaitkannya dengan usia Trump yang kini 79 tahun serta riwayat kesehatannya. Isu tersebut bahkan menyebutkan bahwa ia tengah menjalani perawatan di Walter Reed National Military Medical Center.
Namun, kabar tersebut langsung dibantah oleh juru bicara pribadinya, Steven Cheung. Melalui unggahan di X, ia menegaskan: “Tidak pernah ada seorang Presiden yang bekerja lebih keras untuk rakyat Amerika dibanding Presiden Trump. Pada akhir pekan Paskah ini, ia bekerja tanpa henti di Gedung Putih dan Oval Office. Tuhan memberkati beliau.”
Sebelumnya, Trump memang sempat mengunjungi Walter Reed pada Oktober lalu untuk menjalani pemeriksaan MRI. Saat itu ia menyampaikan kepada wartawan: “Saya melakukannya. Saya menjalani MRI. Hasilnya sempurna.”
Baca Juga: DPR: UU Hukuman Mati Tahanan Palestina Ancaman Nyata Genosida
Penjelasan terkait pemeriksaan tersebut juga disampaikan oleh dokter kepresidenan, Sean Barbabella. Ia menyebut bahwa MRI tersebut merupakan bagian dari evaluasi lanjutan yang sudah terjadwal dalam rangka pemeliharaan kesehatan rutin. Pemeriksaan itu mencakup pencitraan lanjutan, tes laboratorium, hingga penilaian kesehatan preventif, dengan hasil yang menunjukkan kondisi Trump tetap sangat baik secara keseluruhan.
Sebagai informasi, menurut National Institutes of Health, MRI adalah metode pencitraan yang efektif untuk mengevaluasi jaringan lunak dengan memanfaatkan medan magnet kuat guna menghasilkan gambaran organ dalam tubuh.
Dengan adanya klarifikasi resmi dari Gedung Putih dan tim medis, isu yang menyebut Trump menjalani perawatan darurat di Walter Reed dipastikan tidak benar. Meski demikian, perhatian publik terhadap kondisi kesehatan Presiden tetap menjadi sorotan penting dalam masa jabatan keduanya.
Donald Trump mengatakan kepada The Telegraph: 'Saya tidak pernah terpengaruh oleh NATO. Saya selalu tahu mereka hanyalah macan kertas. (Telegraph)