Ntvnews.id, Tel Aviv - Iran diduga masih melanjutkan aksi militernya terhadap Israel meskipun gencatan senjata dengan Amerika Serikat sedang berlangsung. Serangan terbaru dilaporkan terjadi pada Rabu, 8 April 2026, dini hari waktu setempat.
Rudal yang diyakini berasal dari Iran menghantam wilayah Tel Sheva di bagian selatan Israel. Akibat insiden tersebut, tiga orang dilaporkan mengalami luka-luka.
Tim penyelamat bersama petugas medis langsung diterjunkan ke lokasi kejadian guna memberikan penanganan kepada korban sekaligus mengamankan area terdampak.
Baca Juga: NATO Cegat Rudal Iran yang Masuk Wilayah Udara Turki
Serangan ini berlangsung tak lama setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan persetujuannya untuk menghentikan sementara operasi pemboman terhadap Iran selama dua pekan. Kebijakan tersebut disertai syarat agar Selat Hormuz segera dibuka kembali secara penuh.
Di tengah situasi yang masih tegang, jalur diplomasi tetap diupayakan. Perdana Menteri Iran mengungkapkan bahwa perwakilan Iran dan AS dijadwalkan bertemu di Islamabad pada Jumat, 10 April 2026.
Iran sendiri menyatakan kesiapannya untuk menghentikan operasi militer, dengan syarat serangan terhadap wilayahnya juga dihentikan.
Petugas kedaruratan bekerja di gedung yang terkena rudal Iran di Haifa, Israel, Senin (6/4/2026) (Antara)