Korea Utara Uji Coba Rudal Balistik dan Bom Tandan Selama Tiga Hari

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Apr 2026, 07:11
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kedua kiri) menghadiri upacara peluncuran kapal selam tempur nuklir taktis pertama di Korea Selatan, Rabu, 6 September 2023. Tugas pertama kapal selam nuklir itu adalah berpatroli di perairan antara Semenanjung Korea Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kedua kiri) menghadiri upacara peluncuran kapal selam tempur nuklir taktis pertama di Korea Selatan, Rabu, 6 September 2023. Tugas pertama kapal selam nuklir itu adalah berpatroli di perairan antara Semenanjung Korea (Antara)

Ntvnews.id, Pyongyang - Korea Utara melakukan serangkaian uji coba sistem persenjataan selama tiga hari berturut-turut pada pekan ini. Dalam pengujian tersebut, Pyongyang dilaporkan menembakkan rudal balistik serta menguji penggunaan bom tandan.

Mengutip laporan AFP yang bersumber dari Korean Central News Agency (KCNA), Jumat, 10 April 2026, uji coba ini juga mencakup sistem rudal anti-pesawat jarak pendek berbasis mobile.

"Uji coba berlangsung pada hari Senin, Selasa, dan Rabu, sebagai bagian dari upaya rutin untuk mengembangkan dan meningkatkan sistem senjata," kata KCNA.

Sebelumnya, militer Korea Selatan melaporkan bahwa Korea Utara menembakkan beberapa rudal balistik jarak pendek dalam dua gelombang pada Rabu, serta sebuah "proyektil tak dikenal" pada hari sebelumnya.

Menurut KCNA, latihan tersebut "mengkonfirmasi bahwa rudal balistik taktis permukaan-ke-permukaan Hwasongpho-11 Ka yang dilengkapi dengan hulu ledak bom kluster dapat menghancurkan target apa pun yang meliputi area seluas 6,5-7 hektar".

Baca Juga: Menlu China Dijadwalkan Kunjungi Korea Utara

Bom tandan sendiri diketahui mampu menyebarkan puluhan hingga ratusan submunisi dalam area luas, sehingga memicu kontroversi karena potensi bahaya jangka panjang bagi warga sipil.

Selain itu, Korea Utara juga menguji "sistem senjata elektromagnetik" serta "penyebar bom tiruan serat karbon". Kedua perangkat tersebut disebut KCNA sebagai "aset khusus yang bersifat strategis".

KCNA juga menyebut bahwa peluncuran tersebut melibatkan penggunaan "bahan berbiaya rendah" untuk menguji "beban kerja maksimum mesin".

Militer Korea Selatan sebelumnya mengungkapkan bahwa rudal jarak pendek yang diluncurkan dalam gelombang kedua mampu menempuh jarak lebih dari 700 kilometer.

Uji coba ini menyusul peluncuran sebelumnya beberapa rudal balistik jarak pendek ke Laut Jepang—yang juga dikenal sebagai Laut Timur—dengan jarak tempuh sekitar 240 kilometer.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dilaporkan tidak hadir dalam rangkaian uji coba tersebut, dan hingga kini belum ada dokumentasi foto resmi yang dirilis oleh media pemerintah.

x|close