Serangan Udara Israel di Pinggiran Beirut Tewaskan Empat Orang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Apr 2026, 06:05
thumbnail-author
Beno Junianto
Penulis & Editor
Bagikan
Ledakan dari serangan udara Israel terhadap sebuah jembatan di atas Sungai Litani di Qasmiyeh, Lebanon selatan, Minggu (22/3/2026). ANTARA/Xinhua/Ali Hashisho/aa. Ledakan dari serangan udara Israel terhadap sebuah jembatan di atas Sungai Litani di Qasmiyeh, Lebanon selatan, Minggu (22/3/2026). ANTARA/Xinhua/Ali Hashisho/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Empat orang tewas dan 30 lainnya luka-luka akibat serangan udara Israel di pinggiran selatan ibu kota Lebanon, Beirut, menurut sumber dari layanan ambulans Lebanon kepada RIA Novosti pada Minggu.

"Empat orang tewas, 30 lainnya luka-luka akibat serangan udara Israel di Jnah," kata sumber tersebut, seraya menambahkan bahwa jumlah tersebut mungkin masih bersifat sementara.

Seorang koresponden RIA Novosti sebelumnya melaporkan bahwa angkatan udara Israel menyerang pinggiran selatan Beirut. Rudal Israel menghantam beberapa gedung hunian bertingkat di lingkungan Jnah dan Roueiss.

Kedutaan Besar China berada di daerah Jnah. Daerah tersebut juga menjadi lokasi tempat penampungan sementara terbesar yang menampung lebih dari 8.000 pengungsi dari Lebanon selatan dan timur.

Eskalasi antara Israel dan Hizbullah dimulai pada 2 Maret, ketika gerakan Lebanon tersebut melanjutkan serangan roket ke wilayah Israel di tengah serangan militer AS dan Israel melawan Iran.

Sebagai balasan, Israel melancarkan serangan besar-besar-besaran ke Lebanon, termasuk wilayah selatan negara itu, di Lembah Beqaa, dan pinggiran kota Beirut.

Pada 16 Maret, militer Israel secara resmi mengumumkan peluncuran operasi darat di Lebanon selatan.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

ANTARA

x|close