Penumpang Dengar 3 Ledakan Sebelum KRL Duri-Tangerang Berhenti

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Mei 2026, 19:57
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
KRL Commuter Line lintas Duri (Jakarta)-Tangerang tiba-tiba terhenti di perlintasan sebidang RT 01 / RW 11 Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat. KRL Commuter Line lintas Duri (Jakarta)-Tangerang tiba-tiba terhenti di perlintasan sebidang RT 01 / RW 11 Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kereta rel listrik (KRL) Commuter Line jurusan Duri-Tangerang mendadak terhenti di perlintasan sebidang RT 01/RW 11 Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa sore, 26 Mei 2026. Sebelum kereta berhenti, sejumlah penumpang mengaku mendengar suara ledakan dari dalam rangkaian kereta.

Salah seorang penumpang bernama Tasya (25) mengatakan suara ledakan terdengar hingga tiga kali sebelum akhirnya KRL berhenti total di tengah perjalanan.

"Tadi dengar ada ledakan. Jadi ledak gitu, (kereta) mati, (kereta) hidup lagi, ledak lagi, terus mati, hidup, ledak lagi, terus mati lagi. Enggak lama, kereta berhenti sampai sekarang. Ledakannya dari dalam KRL, kayak 'dug' gitu bunyinya," kata Tasya kepada awak media di lokasi.

Menurut Tasya, suara ledakan itu juga membuat lampu di dalam gerbong sempat mati. Kondisi tersebut membuat para penumpang panik dan histeris.

Baca Juga: KRL Duri-Tangerang Berhenti di Perlintasan Kembangan Utara akibat Gangguan Operasional

Karena khawatir terjadi sesuatu yang lebih buruk, Tasya bersama beberapa penumpang lain memutuskan turun dari kereta.

"Saya kan berangkat dari Kampung Bandan mau ke Tangerang. Tadi turun di sini (perlintasan sebidang RT 01 / RW 11 Rawa Buaya). Pintunya (KRL) terbuka akhirnya tadi," kata Tasya.

Keterangan serupa disampaikan penumpang lain bernama Butar (45). Ia mengaku berada di gerbong tiga ketika suara ledakan terdengar.

"Saya tadi di gerbong tiga, terus dengar ada ledakan dari gerbong tiga. Tiga kali (bunyi ledakan), sekitar jam 17.00 tadi," kata Butar.

Setelah mendengar ledakan, Butar memilih berpindah ke gerbong paling depan. Namun berbeda dengan sebagian penumpang lain yang turun, ia memilih tetap berada di dalam kereta sambil menunggu perjalanan kembali normal.

Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 18.40 WIB, kereta masih dalam kondisi berhenti dan belum kembali beroperasi. Sebagian penumpang tampak turun dari gerbong, sementara lainnya masih bertahan di dalam rangkaian.

Lampu di dalam gerbong terlihat beberapa kali menyala lalu kembali padam.

Insiden tersebut menarik perhatian warga sekitar. Sejumlah anak-anak hingga orang dewasa tampak berkumpul di sekitar gerbong belakang yang berada tepat di area perlintasan jalan.

Sementara itu, palang perlintasan menuju Jalan Daan Mogot maupun arah sebaliknya masih tertutup. Akibatnya, banyak pengendara terjebak antrean dan memilih mencari jalur alternatif dengan putar balik.

Sebagian warga bahkan terlihat memarkir kendaraan di dekat palang untuk menyaksikan kondisi KRL yang terhenti tersebut.

Bunyi sirene perlintasan juga terus terdengar selama insiden berlangsung, menandakan adanya gangguan di area rel.

Situasi sempat menegangkan ketika beberapa kereta lain melintas dari arah Tangerang menuju Duri. Kereta yang melintas tampak memperlambat laju karena banyak warga berada di sekitar lokasi perlintasan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak KAI belum memberikan penjelasan resmi terkait penyebab insiden terhentinya KRL tersebut.

(Sumber: Antara)

x|close