Ntvnews.id, Jakarta - Warga negara (WN) Korea Selatan (Korsel) ditemukan tewas bersimbah darah di dalam rumahnya, Tambun, Bekasi, Rabu, 27 Mei 2026. Korban yang berinisial BS, pertama kali ditemukan oleh putrinya.
Setelah dilakukan penyelidikan, terungkap bahwa korban dibunuh orang suruhan mantan istrinya, SJ.
Polisi lalu menangkap SJ. Menurut polisi, motif pembunuhan BS lantaran adanya konflik rumah tangga.
"Dari hasil pemeriksaan lebih lanjut, penyidik menemukan bahwa motif tersangka SJ diduga dilatarbelakangi rasa sakit hati dan konflik yang telah berlangsung lama dengan korban," ujar Kapolres Metro Bekasi Kombes Sumarni, Selasa, 2 Juni 2026.
SJ membunuh BS, juga karena ingin menguasai harta korban. Guna melancarkan tujuannya, SJ menyewa pembunuh bayaran.
"Selain itu, tersangka juga diduga memiliki keinginan untuk menguasai harta milik korban. Adapun tersangka HW mengaku menerima tawaran tersebut karena alasan ekonomi dan kebutuhan finansial," tutur Sumarni.
SJ menyewa pelaku inisial HW untuk mengeksekusi korban. Dia menjanjikan HW uang ratusan juta untuk menghabisi nyawa BS.
"Dari hasil penyidikan juga diketahui bahwa tersangka SJ memberikan sejumlah uang kepada tersangka HW untuk melaksanakan pembunuhan terhadap korban dengan total pembayaran sebesar Rp 139 juta yang diberikan secara bertahap," jelas dia.
Tersangka HW ditangkap polisi di tempat kerjanya di wilayah Kota Bekasi. Ketika diperiksa, HW mengakui telah melakukan pembunuhan terhadap korban atas perintah SJ. Berdasarkan pengakuannya, pembunuhan tersebut telah direncanakan sejak akhir tahun 2025.
"Tersangka HW menerima sejumlah uang sebagai imbalan untuk menghabisi nyawa korban dan beberapa kali melakukan pemantauan terhadap aktivitas korban sebelum aksi dilaksanakan," tandas Sumarni.
Pembunuh bayaran yang disewa eks istri WN Korsel. (Instagram @beritacikarang)