Situasi Mencekam! Hizbullah Luncurkan Serangan Roket ke Israel di Tengah Eskalasi Konflik

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Apr 2026, 10:29
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Arsip foto - Bendera nasional Lebanon (kanan) dan bendera Hizbullah. Furkan Güldemir. ANTARA/Anadolu Agency/pri. Arsip foto - Bendera nasional Lebanon (kanan) dan bendera Hizbullah. Furkan Güldemir. ANTARA/Anadolu Agency/pri. (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Kelompok militan Hizbullah melancarkan serangan roket ke wilayah Israel pada Kamis (9/4), menandai eskalasi terbaru di tengah ketegangan yang meningkat di kawasan. Serangan ini disebut sebagai respons langsung atas apa yang mereka anggap sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran.

Aksi tersebut terjadi hanya sehari setelah Hizbullah menegaskan bahwa mereka memiliki "hak" untuk membalas rangkaian serangan mematikan yang dilancarkan oleh Israel di berbagai wilayah Lebanon.

"Sebagai respons atas pelanggaran perjanjian gencatan senjata oleh musuh, Hizbullah menargetkan kibbutz Israel di Manara dekat perbatasan dengan Lebanon dengan rentetan roket, pada Kamis pagi," kata Hizbullah dalam sebuah pernyataan, dilansir kantor berita AFP, Kamis (9/4/2026).

Serangan roket ini muncul di tengah situasi yang sudah memanas setelah Israel sebelumnya menggempur Lebanon melalui serangkaian serangan udara berskala besar. Operasi militer yang terjadi pada Rabu (8/4) tersebut disebut sebagai salah satu yang terbesar dalam beberapa waktu terakhir.

Baca Juga: Harga Emas Antam Kamis Turun Jadi Rp2,85 Juta per Gram

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa kesepakatan gencatan senjata dengan Iran tidak mencakup Hizbullah yang berbasis di Lebanon.

Sementara itu, militer Israel atau Israel Defense Forces menyebut serangan udara tersebut sebagai gelombang terbesar yang pernah dilakukan terhadap Lebanon. Mereka mengklaim telah menghantam lebih dari 100 target, termasuk pusat komando dan fasilitas militer Hizbullah, hanya dalam waktu 10 menit.

Sejumlah wilayah menjadi sasaran utama, termasuk pinggiran selatan Beirut, kawasan Lebanon selatan, serta Lembah Bekaa di bagian timur.

Dampak dari serangan ini sangat besar. Data dari Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat sedikitnya 182 orang meninggal dunia dan 890 lainnya mengalami luka-luka akibat gempuran tersebut.

Baca Juga: Pemotor Kehilangan Nyawa Usai Dihantam Mobil di Serang

Jumlah korban ini menambah panjang daftar korban sejak konflik meningkat dalam enam pekan terakhir. Sebelumnya, sekitar 1.700 orang dilaporkan tewas, termasuk 130 anak-anak, menurut otoritas kesehatan Lebanon.

Di sisi lain, ketegangan juga melibatkan aktor regional lain. Korps Garda Revolusi Islam Iran mengeluarkan peringatan keras terkait situasi ini. Melalui laporan media pemerintah IRIB, Iran menegaskan potensi respons lanjutan jika serangan terhadap Lebanon tidak dihentikan.

"Kami menyampaikan peringatan keras kepada Amerika Serikat yang ingkar janji dan mitra Zionisnya dalam pembantaian. Jika agresi terhadap Lebanon tercinta tidak segera dihentikan, kami akan menunaikan kewajiban kami dan melancarkan respons yang menimbulkan penyesalan bagi para agresor jahat di kawasan,” jelas IRIB.

x|close