Ngeri! Tentara UNIFIL Asal Spanyol Sempat Ditahan Israel Saat Kirim Logistik ke Kontingen Indonesia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Apr 2026, 10:54
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Arsip foto - Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) menggelar parade militer di markas besarnya di Naqoura, Lebanon selatan pada 24 Oktober 2025, untuk memperingati ulang tahun ke-80 berdirinya Perserikatan Bangsa-Bangsa. AN Arsip foto - Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) menggelar parade militer di markas besarnya di Naqoura, Lebanon selatan pada 24 Oktober 2025, untuk memperingati ulang tahun ke-80 berdirinya Perserikatan Bangsa-Bangsa. AN (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Insiden yang melibatkan pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIFIL) terjadi di Lebanon Selatan pada Selasa (7/4) malam, ketika militer Israel (IDF) sempat menahan seorang prajurit dari kontingen Spanyol.

Peristiwa bermula saat pasukan Israel memblokade konvoi kendaraan UNIFIL yang tengah mengangkut logistik. Dalam situasi tersebut, seorang tentara Spanyol sempat ditahan oleh IDF. Namun, penahanan itu berlangsung singkat, kurang dari satu jam, setelah adanya intervensi dari pejabat tinggi UNIFIL dan pemerintah Spanyol.

Respons keras langsung disampaikan Madrid. Kementerian Luar Negeri Spanyol memanggil Kuasa Usaha (Chargé d’Affaires) Kedutaan Besar Israel di Madrid, Dana Erlich, untuk menyampaikan protes atas "penahanan yang tidak dapat dibenarkan".

Baca Juga: Malaysia Terapkan WFH untuk Hemat BBM, ASN Bisa Kerja dari Ponsel

Menteri Pertahanan Spanyol, Margarita Robles, menegaskan bahwa pembebasan prajurit tersebut terjadi setelah negaranya mengambil langkah diplomatik tegas. Spanyol, kata dia, telah melayangkan "protes paling keras" kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa dan pemerintah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Dalam keterangannya kepada media, Robles menjelaskan bahwa konvoi yang dihentikan itu sedang menjalankan misi logistik. Sejumlah tentara Spanyol saat itu tengah mengirim makanan serta berbagai kebutuhan lainnya untuk kontingen Indonesia yang tergabung dalam UNIFIL.

Ia juga mengungkapkan bahwa salah satu anggota UNIFIL asal Spanyol sempat ditahan "untuk beberapa waktu".

"Spanyol segera melayangkan protes paling keras kepada PBB dan pemerintah Israel, setelah itu prajurit tersebut dibebaskan," kata Robles, Rabu (8/4).

Baca Juga: DPR Jamin Stok BBM RI Aman

Lebih lanjut, Robles menuntut adanya pertanggungjawaban atas insiden tersebut. Pemerintah Spanyol, menurutnya, telah menerima jaminan bahwa pihak yang terlibat akan dikenai sanksi.

Sementara itu, pihak Israel melalui pernyataan kepada UNIFIL menyatakan akan melakukan investigasi terkait kejadian tersebut.

Laporan media Spanyol mengungkapkan detail tambahan mengenai prajurit yang sempat ditahan. Ia merupakan seorang sersan infanteri dari Brigade Guadarrama XII yang memimpin konvoi kecil berisi makanan dan perlengkapan non-militer.

Penahanan terjadi saat unit darat Israel yang berpatroli di wilayah pendudukan dekat perbatasan menghentikan rombongan UNIFIL. Saat itu, konvoi sedang dalam perjalanan menuju wilayah Taybeh, lokasi di mana sebagian besar pasukan penjaga perdamaian asal Indonesia ditempatkan.

x|close