Ntvnews.id, Manado - Utusan Khusus Presiden, Hashim Djojohadikusumo
Dalam pidatonya pada perayaan Paskah Nasional bertema ‘Supaya Kita Semua Menjadi Satu (Yohanes 17:21)’ di kawasan Megamas, Pohon Kasih, Manado, Sulawesi Utara, Rabu, 8 April 2026, Hashim menyampaikan bahwa meski Indonesia telah merdeka selama puluhan tahun, realitas di lapangan menunjukkan masih banyak masyarakat yang belum hidup sejahtera.
“Kita sudah alami 75 tahun Indonesia merdeka. Tapi kita harus akui sebagian atau sebagian besar bangsa Indonesia belum begitu sejahtera, belum begitu bahagia. Itu di dalam stanza kedua Lagu Kebangsaan Indonesia Raya itu di situ intinya bangsa Indonesia harus bahagia,” ujarnya dikutip dari YouTube Nusantara TV.
Menurut Hashim, pesan dalam Lagu Kebangsaan Indonesia Raya bukan sekadar simbol, melainkan mengandung cita-cita besar yang harus diwujudkan oleh negara, yakni menghadirkan kebahagiaan bagi seluruh rakyat.
Baca Juga: Hashim Apresiasi Paskah Nasional di Manado, Sebut Wujud Impian Lama Warga Sulut
Ia menegaskan bahwa hal tersebut sejalan dengan visi Prabowo yang ingin memastikan kesejahteraan menjadi prioritas utama pemerintahan.
“Saya minta para hadiri baca stanza kedua indonesia agar bahagia. Nah itu adalah tujuan presiden Prabowo Subianto, saya tahu persis. Dia mau membuat Indonesia sejahtera supaya bangsa Indonesia bahagia," katanya.
Hashim juga menyinggung bahwa keberlanjutan bangsa Indonesia sangat bergantung pada tingkat kesejahteraan rakyatnya. Ia mengaitkan hal itu dengan makna dalam bait ketiga Indonesia Raya yang menekankan pentingnya keabadian bangsa.
“Nanti di stanza ketiga pada intinya Indonesia apa? Indonesia abadi karena Indonesia hanya bisa abadi kalau rakyat kita bahagia dan sejahtera," tambahnya.
Utusan Khusus Presiden, Hashim Djojohadikusumo di perayaan Paskah Nasional. (Nusantara TV)