Israel Gempur Lebanon di Tengah Gencatan Senjata Iran-AS, 254 Orang Tewas dan 1.165 Luka-luka

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Apr 2026, 11:06
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Serangan Israel di Lebanon Serangan Israel di Lebanon (Al Jazeera)

Ntvnews.id, Jakarta - Serangan besar-besaran yang diluncurkan militer Israel ke wilayah Lebanon pada Rabu, 8 April 2026 kemarin menewaskan ratusan orang dan memicu krisis kemanusiaan, bahkan saat kawasan tengah berada dalam gencatan senjata antara Amerika dan Iran

Operasi militer tersebut terjadi hanya sehari setelah AS dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua pekan yang dimediasi Pakistan. Alih-alih meredakan ketegangan regional, eskalasi justru meluas ke Lebanon dengan dampak yang mematikan. Berdasarkan laporan otoritas setempat, jumlah korban terus bertambah.

"Setidaknya 254 orang tewas, dan 1.165 luka-luka," begitu keterangan Badan Pertahanan Sipil Lebanon, dilansir AlJazeera, Kamis (9/4).

Dalam serangan itu, militer Israel menggempur berbagai titik yang diklaim sebagai basis Hizbullah, termasuk wilayah Lembah Bekaa, Gunung Lebanon, Sidon, hingga sejumlah desa di selatan Lebanon. Pihak Israel menyatakan operasi tersebut menyasar fasilitas militer.

Baca Juga: Ngeri! Tentara UNIFIL Asal Spanyol Sempat Ditahan Israel Saat Kirim Logistik ke Kontingen Indonesia

"Kami menargetkan lebih dari 100 pos komando Hizbullah dan situs militer," kata militer Israel.

Namun, dampak serangan meluas hingga ke warga sipil dan infrastruktur vital, terutama sektor kesehatan. Rumah sakit di berbagai wilayah dilaporkan kewalahan menangani lonjakan korban dalam waktu singkat.

Situasi darurat ini mendorong komunitas medis bergerak cepat. Salah satu pemimpin medis di Lebanon, Elias Chlela, mengeluarkan seruan mendesak kepada para tenaga kesehatan di seluruh negeri.

"Semua tenaga medis dari semua kecabangan diharap menuju ke rumah sakit terdekat untuk memberi bantuan," katanya.

Kondisi di ibu kota Beirut juga semakin kritis, dengan kebutuhan mendesak akan pasokan darah dari berbagai golongan untuk menyelamatkan korban luka.

Baca Juga: Bank Mandiri Hadirkan QR Antar Negara di Korea Selatan, Transaksi Tanpa Tukar Uang Tunai

Besarnya jumlah korban jiwa membuat pemerintah Lebanon menetapkan hari berkabung nasional. Perdana Menteri Nawaf Salam mengumumkan Kamis (9/4) sebagai Hari Berkabung Nasional, sekaligus memerintahkan penutupan administrasi publik dan pengibaran bendera setengah tiang sebagai bentuk penghormatan.

Ia menegaskan bahwa serangan tersebut telah menyasar warga sipil yang tidak bersalah, di tengah upaya Lebanon mencari dukungan internasional guna menghentikan serangan.

Dalam pernyataannya, Salam juga menekankan langkah pemerintah yang tengah menggalang kekuatan diplomatik dan politik untuk merespons situasi tersebut.

"Kami sedang memobilisasi semua sumber daya diplomatik dan politik Lebanon untuk menghentikan mesin pembunuh Israel," ucap Salam.

x|close