PBB Ungkap Temuan Awal Tewasnya Tiga Prajurit TNI dalam Misi UNIFIL

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Apr 2026, 12:30
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memimpin upacara pelepasan tiga jenazah prajurit TNI yang gugur saat melaksanakan tugas sebagai Pasukan Penjaga Perdamaian PBB yang tergabung dalam Satgas United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon Selatan, bertempat di Apron VIP Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Sabtu (4/4/2026). ANTARA/HO-Puspen TNI AD/aa. Arsip - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memimpin upacara pelepasan tiga jenazah prajurit TNI yang gugur saat melaksanakan tugas sebagai Pasukan Penjaga Perdamaian PBB yang tergabung dalam Satgas United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon Selatan, bertempat di Apron VIP Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Sabtu (4/4/2026). ANTARA/HO-Puspen TNI AD/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkap hasil awal investigasi terkait insiden pada 29 dan 30 Maret yang menewaskan tiga anggota TNI yang bertugas dalam misi UNIFIL. Hal tersebut disampaikan oleh juru bicara PBB, Stephanie Dujarric.

Dalam penjelasannya, Dujarric menyebut bahwa insiden pada 29 Maret 2026 diduga disebabkan oleh tembakan tank. Berdasarkan bukti awal, termasuk analisis lokasi dampak dan serpihan proyektil, peluru yang digunakan merupakan amunisi utama tank kaliber 120 mm yang ditembakkan oleh tank Merkava milik Pasukan Pertahanan Israel dari arah timur menuju wilayah Ett Taibe.

"Perlu diingat bahwa, untuk mengurangi risiko terhadap personel PBB, UNIFIL kembali telah memberikan koordinat seluruh posisi dan fasilitasnya kepada Pasukan Pertahanan Israel pada 6 Maret dan 22 Maret," kata Dujarric.

Sementara itu, untuk insiden 30 Maret 2026, hasil investigasi awal menunjukkan bahwa ledakan berasal dari perangkat peledak rakitan (IED) yang terpicu oleh korban melalui mekanisme tripwire. Analisis lokasi kejadian, karakteristik ledakan, serta kondisi di lapangan mengarah pada dugaan keterlibatan kelompok Hizbullah.

Baca Juga: 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Undang Menhan ke Senayan

"Investigasi menilai bahwa, mengingat lokasi kejadian, karakteristik ledakan, serta konteks saat ini, IED tersebut kemungkinan besar dipasang oleh Hizbullah," katanya.

Peristiwa tragis tersebut menyebabkan gugurnya tiga prajurit TNI, yakni Mayor Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan, dan Kopral Farizal Rhomadon. Temuan awal ini telah disampaikan kepada pemerintah Indonesia, Lebanon, serta Israel sebagai pihak terkait dalam konflik tersebut.

Dujarric menegaskan bahwa hasil ini masih bersifat awal dan investigasi menyeluruh masih terus berlangsung. PBB juga akan membentuk Dewan Penyelidikan untuk mendalami kedua insiden tersebut sesuai prosedur yang berlaku.

"Dewan Penyelidikan akan dibentuk untuk kedua kasus tersebut, sesuai dengan prosedur yang berlaku di PBB," katanya.

PBB turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan Pemerintah Indonesia, serta berharap korban yang terluka dapat segera pulih. Selain itu, PBB menekankan bahwa insiden semacam ini tidak dapat diterima dan harus diproses secara hukum.

Baca Juga: UNIFIL Siapkan Protes Resmi Usai Kamera Pengawas Dirusak Israel

"Insiden-insiden ini tidak dapat diterima. Kami telah meminta para pihak terkait agar kasus ini diselidiki dan diproses secara hukum oleh otoritas nasional untuk membawa para pelaku ke pengadilan dan memastikan pertanggungjawaban pidana atas kejahatan terhadap penjaga perdamaian," katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa serangan terhadap personel penjaga perdamaian dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang menurut hukum internasional.

"Semua pihak harus mematuhi kewajiban mereka untuk menjamin keselamatan dan keamanan para penjaga perdamaian setiap saat. Kekebalan fasilitas Perserikatan Bangsa-Bangsa harus dihormati," katanya.

(Sumber: Antara)

x|close