Malaysia Desak DK PBB Lindungi Pasukan UNIFIL di Lebanon

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Apr 2026, 17:34
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Sejumlah prajurit TNI mengusung peti jenazah personel penjaga perdamaian yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) ke dalam pesawat Hercules seusai disemayamkan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (4/4/2026). ANTARA FOTO/Fauzan/mrh/YU/pri. Sejumlah prajurit TNI mengusung peti jenazah personel penjaga perdamaian yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) ke dalam pesawat Hercules seusai disemayamkan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (4/4/2026). ANTARA FOTO/Fauzan/mrh/YU/pri. (Antara)

Ntvnews.id

, Kuala Lumpur - Kementerian Luar Negeri Malaysia mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengambil langkah tegas dalam merespons serangan yang berdampak pada pasukan penjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon di Lebanon Selatan.

Dalam pernyataan resmi yang disampaikan di Kuala Lumpur, Minggu, 5 April 2026, pihak Wisma Putra menekankan pentingnya perlindungan segera bagi personel penjaga perdamaian yang bertugas di wilayah konflik tersebut.

"Malaysia mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengambil tindakan tegas, termasuk memastikan perlindungan segera bagi pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon Selatan," tulis pernyataan Kemlu Malaysia atau Wisma Putra.

Malaysia juga menyampaikan kecaman keras terhadap serangan berulang yang menargetkan pasukan UNIFIL di Lebanon Selatan. Serangan tersebut telah menyebabkan korban jiwa dan luka-luka di kalangan personel PBB, termasuk insiden terbaru pada Jumat, 3 April 2026 di El Addaiseh yang melukai tiga prajurit asal Indonesia.

Baca Juga: Panglima TNI Kenang Mayor Zulmi sebagai Prajurit Berprestasi

Menurut Malaysia, tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan pihak yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban.

"Kami menyerukan kepada semua pihak untuk memastikan keselamatan personel PBB serta menegaskan pentingnya penghormatan terhadap kekebalan dan integritas misi-misi PBB," demikian keterangan Wisma Putra.

Sebelumnya, Pemerintah Malaysia juga telah menyampaikan belasungkawa atas gugurnya personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas dalam misi UNIFIL.

Malaysia menilai bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian tersebut merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional serta Resolusi DK PBB Nomor 1701.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, turut mendorong PBB untuk melakukan evaluasi menyeluruh terkait aspek keselamatan pasukan penjaga perdamaian di berbagai wilayah, khususnya di Lebanon.

Baca Juga: Prabowo Berduka 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Kecam Keras Serangan terhadap Pasukan Perdamaian

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul gugurnya tiga prajurit TNI dalam menjalankan misi UNIFIL, yakni Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, serta Kopda Anumerta Farizal Rhomadon.

Selain korban jiwa, Sugiono juga mengungkapkan bahwa terdapat tiga personel lainnya yang mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.

Pemerintah Indonesia pun menegaskan pentingnya jaminan keamanan bagi seluruh pasukan penjaga perdamaian yang bertugas di wilayah konflik.

"Harus ada satu garansi keamanan bagi prajurit-prajurit penjaga perdamaian karena mereka menjaga perdamaian. They are peacekeeping, not peacemaking," ujar Menlu Sugiono.

(Sumber: Antara)

x|close