3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Undang Menhan ke Senayan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Apr 2026, 15:34
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto (kedua kanan) bersama Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan (kedua kanan) dan Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi (kanan) saat memberi keterangan pers di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa 1 September 2025. Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto (kedua kanan) bersama Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan (kedua kanan) dan Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi (kanan) saat memberi keterangan pers di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa 1 September 2025. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tengah menjadwalkan rapat dengan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Rapat dengan Komisi I DPR itu, membahas tiga prajurit TNI gugur saat bertugas dalam Misi Perdamaian PBB di Lebanon buntut serangan Israel ke wilayah Lebanon selatan.

"Nah kita sedang jadwalin, sebab beliau kan juga bukannya nggak mau, kadang beliau kan juga jadwalnya udah sebulan di muka jadi kita lihat, yang penting rapat itu benar-benar apa adanya dan bisa mengungkap fakta dan kita ngambil kebijakan nggak keliru," ujar Ketua Komisi I DPR Utut Adianto di Gedung DPR, Jakarta, Senin, 6 April 2026.

Kehadiran Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menjadi sorotan saat menyambut tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian dunia di Lebanon. <b>(Istimewa)</b> Kehadiran Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menjadi sorotan saat menyambut tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian dunia di Lebanon. (Istimewa)

Menurut Utut, rapat dengan Menhan bukan hanya membahas isu geopolitik. Juga untuk menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya prajurit TNI di Lebanon.

"Bukan lah, bukan hanya geopolitik. Ya itu yang prajurit yang gugur, kita semua kan berduka. Mudah-mudahan nggak ada lagi yang gugur," tutur Utut.

Pihaknya juga menyinggung kasus penyiraman. Utut tak ingin kasus serupa terjadi kembali.

"Dan terus juga soal mudah-mudahan bagaimana sikap kita jangan sampai terulang lagi kasus penyiraman. Terus, itu kira-kira agendanya kira-kira itu," tutur Utut.

"Tapi kita kan juga nggak bisa memaksa, kita kan harus nunggu kesediaan beliau. Kesediaan waktu lah, kalau orangnya pasti bersedia," imbuhnya.

x|close