Presiden Iran Peringatkan Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Gencatan Senjata

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Apr 2026, 08:25
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Dampak serangan udara Israel yang menewaskan empat orang dan sekitar 39 lainnya terluka di daerah Jnah di Beirut, Lebanon, Senin (6/4/2026). ANTARA/Xinhua/Bilal Jawich/aa. Dampak serangan udara Israel yang menewaskan empat orang dan sekitar 39 lainnya terluka di daerah Jnah di Beirut, Lebanon, Senin (6/4/2026). ANTARA/Xinhua/Bilal Jawich/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Istanbul - Presiden Iran Masoud Pezeshkian memperingatkan bahwa eskalasi serangan Israel ke Lebanon berpotensi menggagalkan proses negosiasi gencatan senjata antara Teheran dan Amerika Serikat.

"Berlanjutnya serangan akan membuat negosiasi sia-sia; jari kami tetap berada di pelatuk, dan Iran tidak akan meninggalkan saudaranya di Lebanon," kata Pezeshkian melalui media sosial X, Kamis.

Dalam pernyataan terpisah, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa Lebanon serta apa yang disebut sebagai “Poros Perlawanan” merupakan bagian integral dari kesepakatan gencatan senjata. Ia mengutip pernyataan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif terkait hal tersebut.

"Lebanon dan seluruh Poros Perlawanan, sebagai sekutu Iran, adalah bagian tak terpisahkan dari gencatan senjata," kata Ghalibaf.

Ia menambahkan bahwa PM Pakistan telah secara "terbuka dan jelas" menyoroti isu Lebanon, sehingga menurutnya “tidak boleh ada ruang untuk menyangkal ataupun mundur”.

Baca Juga: Iran Tetapkan Jalur Alternatif di Selat Hormuz

Ghalibaf juga mengingatkan bahwa setiap pelanggaran terhadap gencatan senjata akan mendapatkan respons tegas dari pihaknya.

"Pelanggaran gencatan senjata bermakna ada harga yang harus dibayar dan akan ada balasan yang kuat," ucap dia, sembari mengingatkan supaya "apinya segera dipadamkan".

Di lapangan, militer Israel dilaporkan meningkatkan intensitas serangan ke Lebanon sejak Rabu, 8 April 2026, meskipun sebelumnya telah tercapai gencatan senjata selama dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran dengan Pakistan sebagai mediator.

Kesepakatan tersebut diharapkan menjadi pintu menuju penyelesaian konflik yang lebih luas, menyusul eskalasi perang antara Washington dan Tel Aviv terhadap Teheran sejak 28 Februari lalu. Namun, terdapat perbedaan pandangan terkait cakupan gencatan senjata, di mana Islamabad dan Teheran menganggap Lebanon termasuk dalam kesepakatan, sementara Washington dan Tel Aviv menolaknya.

Baca Juga: Serangan Rudal Diduga dari Iran Hantam Israel di Tengah Gencatan Senjata dengan AS

Menurut otoritas pertahanan sipil Lebanon, serangan udara Israel pada Rabu menyebabkan sedikitnya 254 orang tewas dan 1.165 lainnya mengalami luka-luka.

Sementara itu, sumber pemerintah Pakistan menyatakan bahwa delegasi Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan menggelar perundingan langsung di Islamabad guna mencapai gencatan senjata permanen. Negosiasi yang akan dimulai pada Sabtu, 11 April 2026 tersebut diperkirakan berlangsung lebih dari satu hari.

(Sumber: Antara)

x|close