Israel Serang Lebanon, DPR Nilai Cederai Gencatan Senjata Iran-AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Apr 2026, 17:05
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Asap mengepul di atas kawasan permukiman setelah serangan Israel di Beirut, Lebanon pada Rabu (8/4/2026). ANTARA/Houssam Shbaro/Anadolu/pri. Asap mengepul di atas kawasan permukiman setelah serangan Israel di Beirut, Lebanon pada Rabu (8/4/2026). ANTARA/Houssam Shbaro/Anadolu/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengecam serangan udara Israel di Beirut, Lebanon, yang menewaskan 254 orang pada 8 April 2026. Serangan itu dinilai merusak kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Menurut Anggota DPR RI Syamsu Rizal, serangan juga mengancam stabilitas keamanan di Timur Tengah.

Atas itu, pemerintah Indonesia diminta mengambil langkah diplomasi tegas, Setya menuntut pertanggungjawaban atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian.

Dirinya memandang, Israel telah mempertontonkan perilaku yang sangat buruk dalam konteks diplomasi internasional.

Baca Juga: Serangan Udara Israel di Beirut Meningkat Tajam, Lebih dari 100 Target Diserang dalam Hitungan Menit

"Serangan ini jelas mencederai upaya perdamaian yang sedang dibangun. Kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan Amerika menjadi tidak berarti ketika aksi militer seperti ini terus dilakukan," ujar Syamsu, Kamis, 9 April 2026.

Dirinya khawatir eskalasi ini memicu efek domino yang memperburuk stabilitas di kawasan Timur Tengah. "Langkah Israel ini akan semakin memanaskan situasi kawasan dan membuka potensi konflik yang lebih luas," jelas dia.

Atas itu, Syamsu mendesak pemerintah Indonesia untuk segera mengambil langkah diplomasi yang tegas di forum-forum internasional.

Indonesia diharapkan mampu menggalang dukungan komunitas global, untuk menekan Israel dan Amerika Serikat. Sehingga mereka bisa segera menghentikan tindakan yang memperkeruh keadaan itu.

Ia juga menekankan bahwa Indonesia harus terus menuntut pertanggungjawaban atas tewasnya tiga prajurit TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian di Lebanon.

"Indonesia harus konsisten memperjuangkan keadilan, termasuk meminta pertanggungjawaban atas gugurnya prajurit TNI yang bertugas menjaga perdamaian dunia," tandas Syamsu.

x|close