Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bekerja sama dengan sektor swasta untuk memperluas jangkauan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi ribuan mitra pengemudi melalui peluncuran CKG Komunitas yang digelar di Rumah Mitra Gojek, Kemang Timur, Jakarta.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menjelaskan bahwa kolaborasi ini dilakukan untuk memastikan program CKG menjadi salah satu program hasil cepat (quick win) pemerintah yang dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat luas. Ia juga menyoroti bahwa biaya pemeriksaan kesehatan mandiri dapat mencapai sekitar Rp2–3 juta per orang.
Secara nasional, Dante menyebut program CKG telah menjangkau sekitar 70 juta penduduk pada 2025. Hingga Mei 2026, capaian program tersebut telah mencapai 36 juta peserta, dengan 1,86 juta di antaranya berasal dari wilayah Jakarta.
Dari hasil pendataan awal, mitra pengemudi disebut memiliki sejumlah faktor risiko kesehatan, seperti obesitas, hipertensi, hingga prediabetes, sehingga pemeriksaan rutin dinilai sangat penting.
“Nah, ini pentingnya pemeriksaan gratis. Tujuannya menjaga supaya mereka tidak berobat pada saat sakit, tapi menjaga supaya mereka tetap sehat dan produktif,” kata Dante di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.
Ia juga menjelaskan bahwa program yang berlangsung dari Februari hingga Desember 2026 ini tidak hanya difokuskan di Jakarta, tetapi juga diperluas ke 16 daerah lain, termasuk Palembang, Bandung, wilayah Jabodetabek, Yogyakarta, Solo, Semarang, Surabaya, Malang, Medan, Lampung, Makassar, Balikpapan, hingga Bali.
Baca Juga: CKG Sekolah Ungkap Persoalan Kesehatan Terbesar Siswa, Jadi Modal Bangun SDM Unggul
Pada tahap awal pelaksanaan, layanan CKG diberikan langsung di lokasi aktivitas para mitra pengemudi. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pengecekan gula darah, kolesterol, tekanan darah, EKG jantung, serta skrining kanker serviks (IVA). Selain itu, mitra yang membutuhkan kacamata juga dapat mengakses fasilitas tersebut secara gratis melalui BPJS.
Ke depan, peserta program dapat memanfaatkan aplikasi Gojek Driver untuk menemukan fasilitas puskesmas terdekat secara mandiri.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Direktur Utama sekaligus Deputi CEO GoTo Group, Catherine Hindra Sutjahyo, menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif pemerintah tersebut.
“Fasilitasi ini merupakan salah satu langkah konkret kami untuk mendukung Asta Cita pemerintah Indonesia pada pembangunan SDM melalui penguatan akses dan mutu layanan kesehatan,” kata Catherine.
Baca Juga: Infografik: Kemenkes Catat 4,8 Juta Anak Ikuti CKG Sekolah, Masalah Gigi Jadi Temuan Terbanyak
Senada dengan itu, Head of Driver Operations Gojek, Bambang Adi Wirawan, menegaskan bahwa tingginya mobilitas pengemudi membuat aspek kesehatan menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan.
“Melalui program ini, kami ingin memastikan mitra memiliki akses terhadap informasi dan layanan yang membantu mereka memahami kondisi kesehatannya,” jelas Bambang.
Ia menambahkan bahwa program CKG melengkapi berbagai inisiatif kesejahteraan mitra yang telah dijalankan sebelumnya, seperti pemberian BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan gratis bagi mitra berprestasi, bonus hari raya, hingga beasiswa pendidikan.
(Sumber: Antara)
Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dante Saksono Harbuwono dalam peluncuran program CKG Komunitas di Rumah Mitra Gojek, Kemang Timur, Jakarta, Kamis (21/5/2026). ANTARA/HO - Kemenkes. (Antara)