Gojek Pastikan Tarif GoRide Tidak Naik Meski Potongan Aplikator Dipangkas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Mei 2026, 16:25
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Direktur Utama/CEO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Hans Patuwo memberikan keterangan dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa 19 Mei 2026. (ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira) Direktur Utama/CEO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Hans Patuwo memberikan keterangan dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa 19 Mei 2026. (ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Platform penyedia layanan transportasi berbasis aplikasi, Gojek memastikan tidak ada kenaikan harga layanan ojek roda dua GoRide bagi pelanggan setelah terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 mengenai pemangkasan potongan pendapatan mitra pengemudi menjadi delapan persen.

Direktur Utama/CEO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, Hans Patuwo mengatakan perusahaan akan menjaga agar tarif yang dibayarkan konsumen tetap stabil demi mempertahankan jumlah pesanan dan keberlanjutan pendapatan mitra pengemudi.

“Kami akan mengatur agar tidak ada perubahan harga yang dibayar oleh konsumen untuk layanan GoRide reguler. Dengan begini, kami berharap jumlah order dari konsumen akan tetap terjaga dan berkelanjutan, dan pendapatan total bagi mitra pengemudi juga bisa lebih baik,” kata Hans dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026.

Baca Juga: Gojek Siap Kaji Aturan Baru Pemotongan Komisi Ojol Jadi 8 Persen

Hans menegaskan bahwa perusahaan menghormati arahan Presiden Prabowo Subianto terkait pemangkasan potongan aplikator.

Ia menyebut Gojek berkomitmen menyesuaikan skema bagi hasil sehingga 92 persen pendapatan dari setiap perjalanan GoRide menjadi hak pengemudi.

Menurutnya, kebijakan tersebut memang akan berdampak terhadap potensi penurunan pendapatan perusahaan dari layanan ojek roda dua, namun dinilai sebagai investasi jangka panjang demi menciptakan ekosistem transportasi daring yang lebih sehat.

Selain menyesuaikan skema pembagian hasil, Gojek juga berencana memperkuat berbagai program kesejahteraan bagi mitra pengemudi dan keluarganya.

Langkah tersebut disebut sebagai dukungan terhadap Asta Cita pemerintah, khususnya dalam peningkatan kualitas lapangan kerja dan pemerataan ekonomi.

Baca Juga: Gojek Ungkap Penyebab Sulitnya Dapat Driver di Akhir Ramadhan dan Jelang Lebaran

Di sisi lain, perusahaan juga akan mengoptimalkan lini bisnis lain seperti layanan pengantaran, logistik, finansial, dan layanan digital untuk menopang perubahan akibat penerapan Perpres Nomor 27 Tahun 2026.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama GOTO, Catherine Hindra Sutjahyo mengatakan perusahaan masih menunggu rincian teknis implementasi aturan tersebut dari pemerintah.

“Untuk mengenai detail implementasi, detail plan-nya ini, kita masih menunggu juga Perpres-nya secara detil. Kita juga terus berkomunikasi, berdialog (dengan pemangku kepentingan), ya, sepanjang ini,” ujar Catherine.

(Sumber: Antara)

x|close