Ntvnews.id, Bandung - BPJS Kesehatan terus memperkuat akses layanan kesehatan bagi masyarakat dengan memperluas layanan kesehatan canggih, seperti kateterisasi jantung atau cathlab, guna memastikan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih mudah dan berkualitas.
“Perluasan layanan cathlab merupakan komitmen BPJS Kesehatan dalam menghadirkan kemudahan layanan bagi peserta JKN,” ujar Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito di Universitas Padjadjaran, Kota Bandung, Rabu, 20 Mei 2026.
Prihati mengatakan kemudahan akses layanan menjadi hal penting agar peserta JKN dapat memperoleh pelayanan kesehatan optimal tanpa terkendala jarak maupun biaya. Penguatan layanan tersebut dilakukan melalui perluasan layanan kesehatan canggih, mulai dari cathlab hingga layanan kemoterapi dan radioterapi.
Menurut dia, penguatan layanan kesehatan modern diperlukan untuk mendukung penanganan pasien secara lebih cepat, terutama pada kasus kegawatdaruratan. Saat ini jumlah peserta JKN telah mencapai lebih dari 285 juta jiwa atau sekitar 98 persen dari total penduduk Indonesia.
“Dengan jumlah peserta JKN yang telah mencapai lebih dari 285 juta jiwa atau 98 persen lebih dari seluruh penduduk Indonesia, diharapkan peserta dapat memperoleh akses layanan jantung yang lebih dekat, lebih cepat, dan merata sehingga peluang keselamatan peserta juga semakin besar,” katanya.
Baca Juga: BPJS Kesehatan dan Pemkot Tanjungpinang Perkuat Sinergi Program JKN
BPJS Kesehatan mencatat penyakit kardiovaskular menjadi kelompok penyakit dengan pembiayaan tertinggi sepanjang 2025 dengan total pembiayaan mencapai Rp11,83 triliun. Untuk layanan cathlab sendiri, BPJS telah mengalokasikan lebih dari Rp3,5 triliun dengan jumlah kasus lebih dari 138 ribu kasus atau meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun 2021.
Ke depan, rumah sakit umum daerah (RSUD), khususnya di wilayah nonperkotaan, akan difasilitasi layanan cathlab selama memenuhi persyaratan sumber daya manusia, seperti ketersediaan dokter dan perawat yang kompeten.
“Tapi teman-teman dari rumah sakit swasta yang mengajukan dan sudah memenuhi syarat dan itu membuka akses layanan ini kita setuju juga untuk menolong mereka yang serangan jantung,” ujar Pujo.
Baca Juga: Mobile JKN Permudah Peserta BPJS Kesehatan Ubah FKTP Secara Online
Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan Benyamin Paulus Octavianus menegaskan penguatan layanan kesehatan dalam Program JKN harus mampu menghadirkan pelayanan yang mudah diakses, berkualitas, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Menurut Benyamin, kualitas layanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi medis, tetapi juga ketepatan tindakan medis yang diberikan sesuai kebutuhan pasien.
"Keberhasilan pelayanan kesehatan bukan tentang semakin banyak tindakan medis yang dilakukan, melainkan bagaimana memberikan tindakan yang tepat kepada pasien yang tepat pada waktu yang tepat,” ujar Benyamin.
(Sumber: Antara)
Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito saat penandatanganan perluasan akses jaminan kesehatan di Universitas Padjadjaran, Kota Bandung, Rabu (20/5/2026). ANTARA/Asep Firmansyah (Antara)