Ntvnews.id, Beijing - Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa Rusia siap untuk terus memasok berbagai jenis energi ke China secara berkelanjutan tanpa hambatan.
Putin menyampaikan hal tersebut saat melakukan kunjungan resmi ke China pada Selasa, 19 Mei 2026. Pada Rabu, 20 Mei 2026, ia mengadakan pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping di Balai Agung Rakyat, Beijing.
“Rusia dan China aktif bekerja sama di bidang energi. Negara kami merupakan salah satu pengekspor terbesar minyak, gas alam, termasuk elpiji, dan batu bara ke China,” kata Putin usai pertemuan tersebut.
Baca Juga: Bertolak ke Rusia, Prabowo Akan Bertemu Presiden Vladimir Putin
Ia menegaskan komitmen Rusia untuk menjaga kelancaran pasokan energi bagi China.
“Tentu saja, kami siap untuk terus memastikan semua jenis bahan bakar ini dipasok tanpa gangguan,” kata Putin.
Selain sektor energi fosil, Putin juga menyoroti peluang kerja sama kedua negara dalam pengembangan energi terbarukan yang dinilai memiliki potensi besar di masa depan.
Ia menambahkan bahwa Rusia dan China terus memperkuat kerja sama industri dengan membangun rantai nilai baru serta memperkenalkan teknologi dan inovasi modern.
Baca Juga: Vladimir Putin Dijadwalkan Kunjungi China Pekan Depan
“Rusia dan China secara aktif mengembangkan kerja sama industri, membangun rantai nilai bersama baru, serta memperkenalkan teknologi dan inovasi canggih,” ujarnya.
Putin juga menyebut Rusia tengah menyelesaikan pembangunan unit baru di pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di China, yang dinilai akan memperkuat pasokan energi bagi perekonomian negara tersebut.
(Sumber: Antara)
Presiden Rusia Vladimir Putin tiba untuk kunjungan kenegaraan di Beijing, China (19/5/2026). (ANTARA/Xinhua/Gao Jie/aa.) (Antara)