Trump dan Xi Sepakati Denuklirisasi Korut hingga Pembukaan Selat Hormuz

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Mei 2026, 14:00
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) dan Presiden China Xi Jinping berfoto bersama di Kuil Langit, Beijing, Kamis (14/5/2026). (ANTARA/HO-Kementerian Luar Negeri China) Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) dan Presiden China Xi Jinping berfoto bersama di Kuil Langit, Beijing, Kamis (14/5/2026). (ANTARA/HO-Kementerian Luar Negeri China) (Antara)

Ntvnews.id, Tokyo - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping menegaskan komitmen bersama untuk mendorong penghapusan penggunaan senjata nuklir oleh Korea Utara (Korut). Kesepakatan itu tertuang dalam lembar fakta yang dirilis Gedung Putih pada Minggu, 17 Mei 2026 usai pertemuan puncak kedua pemimpin di Beijing.

Selain membahas denuklirisasi Korut, Amerika Serikat dan China juga menyatakan penolakan terhadap penerapan tarif tol di Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur perdagangan energi utama dunia.

Dalam dokumen tersebut, Washington menyebut Beijing akan merespons kekhawatiran AS terkait pasokan logam tanah jarang dan mineral penting lainnya, termasuk penjualan teknologi produksi serta proses pengolahan bahan mineral strategis tersebut.

Meski demikian, lembar fakta itu tidak menyinggung isu Taiwan yang selama ini menjadi salah satu sumber ketegangan antara kedua negara. Padahal, dalam pertemuan tersebut Xi Jinping sempat memperingatkan potensi konflik apabila persoalan Taiwan tidak dikelola secara tepat.

Terkait situasi di Timur Tengah, Trump dan Xi juga menyepakati bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Keduanya mendukung pembukaan kembali Selat Hormuz dan menolak adanya negara maupun organisasi yang mengenakan tarif terhadap jalur pelayaran tersebut.

Baca Juga: Xi Jinping dan Donald Trump Sepakat Selat Hormuz Harus Tetap Terbuka

Di sektor ekonomi, China berkomitmen membeli produk pertanian Amerika Serikat senilai 17 miliar dolar AS atau sekitar Rp300 triliun per tahun hingga 2028, di luar kesepakatan pembelian kedelai yang telah dicapai sebelumnya pada Oktober 2025.

Selain itu, Beijing juga menyetujui pembelian awal sebanyak 200 pesawat Boeing untuk kebutuhan maskapai penerbangan China.

Untuk memperkuat hubungan ekonomi bilateral, kedua negara sepakat membentuk dua lembaga baru yakni Dewan Perdagangan dan Dewan Investasi.

Dewan Perdagangan akan difungsikan sebagai mekanisme pengelolaan perdagangan bilateral barang non-sensitif antara kedua negara, sedangkan Dewan Investasi menjadi forum resmi pemerintah dalam membahas berbagai isu investasi.

Baca Juga: Thailand Desak Iran Buka Jalur Selat Hormuz untuk Delapan Kapal yang Tertahan

Sebelumnya, Trump dan Xi telah menyepakati gencatan perang dagang selama satu tahun saat bertemu di Korea Selatan pada Oktober 2025. Kesepakatan tersebut membantu meredakan ketegangan setelah kedua negara saling memberlakukan tarif impor tinggi hingga mencapai tiga digit.

Kesepakatan itu juga mencakup penundaan kontrol ekspor baru China terhadap mineral langka yang dibutuhkan industri teknologi tinggi, serta komitmen China membeli sedikitnya 25 juta ton kedelai AS pada periode 2026 hingga 2028.

(Sumber: Antara)

x|close