Ntvnews.id, Jakarta - Setelah resmi dibentuk pada April 2026, Forum Nasional Ikatan Keluarga Alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (IKA PTKIN) langsung melakukan safari organisasi ke berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut bertujuan menyerap aspirasi para pengurus daerah sekaligus memperkuat sinergi dengan pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di berbagai wilayah.
Sebagai tindak lanjut dari hasil konsolidasi tersebut, Forum Nasional IKA PTKIN akan menggelar dua agenda nasional pada 13–15 Juli 2026, yaitu Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Seminar Nasional.
Kedua kegiatan tersebut dikemas dalam rangkaian Festival Muharram bertajuk "Islam dan Transformasi Peradaban Dunia" dengan Seminar Nasional mengangkat tema "Rekonstruksi Peradaban Islam untuk Membangun Dunia Baru."
Ketua Harian Forum Nasional IKA PTKIN sekaligus Ketua Panitia Rakernas dan Seminar Nasional, Ismail Cawidu, mengatakan kegiatan ini akan dihadiri oleh perwakilan pengurus IKA dari 59 PTKIN di seluruh Indonesia, para rektor PTKIN, serta sekitar 400 guru besar (profesor) dari berbagai perguruan tinggi keagamaan Islam negeri.
"Insyaallah kegiatan ini akan diikuti perwakilan pengurus IKA dari 59 PTKIN se Indonesia, para Rektor PTKIN dan tidak kurang dari 400 Guru Besar (Professor), dengan berbagai latar belakang, yang tersebar di seluruh PTKIN di tanah air. Alhamdulillah mereka telah mengkonfirmasi kehadirannnya," ujar Ismail Cawidu.
Menurut Ismail, tingginya antusiasme peserta menunjukkan bahwa Forum Nasional IKA PTKIN hadir dengan visi memperkuat peran alumni dalam pengembangan pemikiran keislaman, keumatan, dan kebangsaan melalui sinergi bersama civitas akademika PTKIN.
Ia menjelaskan, Rakernas sengaja dipadukan dengan Seminar Nasional agar proses penyusunan program organisasi memperoleh masukan dari berbagai perspektif, mulai dari para guru besar, tokoh nasional, hingga alumni yang berkiprah langsung di tengah masyarakat.
Rakernas perdana ini akan membahas sejumlah agenda strategis, antara lain penyusunan program kerja organisasi, pembahasan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta perumusan pokok-pokok pikiran strategis sebagai arah gerak organisasi ke depan.
Forum Nasional IKA PTKIN Gelar Rakernas Perdana dan Seminar Nasional dalam Rangkaian Festival Muharram (Istimewa)
Seluruh agenda tersebut diarahkan untuk memperkuat kontribusi alumni PTKIN dalam pembangunan kehidupan keumatan dan kebangsaan.
Ketua Umum Forum Nasional IKA PTKIN, Idrus Marham, menegaskan bahwa organisasi berkomitmen mengawal seluruh rekomendasi Rakernas agar dapat diwujudkan menjadi program nyata.
Menurut Idrus, sejumlah langkah strategis akan menjadi fokus organisasi, mulai dari optimalisasi potensi alumni, penguatan kolaborasi dengan berbagai elemen bangsa, hingga dukungan terhadap agenda pembangunan nasional menuju **Indonesia Emas 2045**.
Visi tersebut diarahkan pada transformasi sosial, ekonomi, dan tata kelola pemerintahan dengan target menjadikan Indonesia sebagai negara maju sekaligus salah satu dari lima kekuatan ekonomi terbesar dunia.
Karena itu, Rakernas pertama ini diharapkan mampu melahirkan **roadmap** yang jelas mengenai kontribusi alumni PTKIN dalam pembangunan nasional.
Roadmap tersebut mencakup penguatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan riset, penguatan kehidupan keagamaan yang inklusif dan moderat, pengembangan ekonomi umat melalui kewirausahaan dan ekonomi syariah, peningkatan literasi digital, penguatan ketahanan budaya, hingga perluasan jejaring kolaborasi nasional maupun internasional sebagai bagian dari diplomasi intelektual Indonesia.
Idrus menilai penyusunan arah strategis tersebut menjadi semakin penting di tengah dinamika geopolitik global yang penuh ketidakpastian. Menurutnya, upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045 harus mampu menjawab tantangan ketimpangan ekonomi, disrupsi budaya, hingga polarisasi sosial yang masih dihadapi bangsa.
Dalam konteks tersebut, alumni PTKIN dinilai memiliki posisi strategis sebagai intelektual religius yang tersebar di berbagai sektor pengabdian masyarakat.
Karena itu, Rakernas tidak sekadar menjadi forum konsolidasi organisasi, tetapi juga momentum memperkuat komitmen alumni untuk menghadirkan solusi atas berbagai persoalan bangsa melalui penguatan peradaban, pemberdayaan ekonomi umat, dan peningkatan daya saing Indonesia di tingkat global.
Sementara itu, Menteri Agama RI Prof. KH Nasaruddin Umar selaku Pembina Forum Nasional IKA PTKIN turut menyampaikan harapannya terhadap penyelenggaraan Rakernas tersebut.
Menurutnya, organisasi yang dipimpin Idrus Marham memiliki mandat sejarah untuk memperkuat kontribusi agama dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional.
Melalui Forum Nasional IKA PTKIN, para alumni diharapkan mampu memainkan peran transformatif dalam membangun peradaban Indonesia yang religius, moderat, unggul, dan bermartabat.
"Di sinilah letak strategisnya Forum Nasional IKA PTKIN dalam menyatukan energi alumni agar kokoh dan tangguh dalam mewujudkan visi besar bersama." jelasnya.
Prof. Nasaruddin Umar menambahkan, momentum Rakernas diharapkan semakin memperkuat implementasi moderasi beragama melalui narasi yang sejuk, inklusif, dan konstruktif, sekaligus mendukung cita-cita menjadikan Indonesia sebagai episentrum peradaban dunia Islam.
Forum Nasional IKA PTKIN Gelar Rakernas Perdana dan Seminar Nasional dalam Rangkaian Festival Muharram (Istimewa)