Warga Cibiru Bandung Tewas Ditusuk saat Konvoi Persib, Ditemukan Bersimbah Darah di Pinggir Jalan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Mei 2026, 08:35
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
ilustrasi jenazah ilustrasi jenazah (dok)

Ntvnews.id, Bandung - Euforia kemenangan Persib Bandung dalam perayaan gelar juara Super League 2025/2026 berubah menjadi duka. Di tengah kemeriahan konvoi yang memadati berbagai ruas jalan Kota Bandung, seorang warga Cibiru berusia 21 tahun ditemukan tewas dengan luka tusuk di pinggir jalan pada Minggu (24/5/2026) dini hari.

Peristiwa tragis tersebut menjadi salah satu insiden paling menyita perhatian di tengah pesta rakyat yang berlangsung selama dua hari. Selain memicu kemacetan dan kepadatan massa, rangkaian konvoi juara juga diwarnai ratusan kecelakaan hingga kasus kekerasan yang berujung korban jiwa.

Pemerintah Kota Bandung mencatat sedikitnya 122 orang mengalami kecelakaan selama perayaan berlangsung sejak Sabtu (23/5/2026) malam hingga Minggu sore. Dari dua kasus kekerasan yang dilaporkan, satu di antaranya menyebabkan seorang pemuda asal Cibiru meninggal dunia.

"Selama dua hari konvoi Persib juara tersebut, kami menerima laporan ada 122 korban kecelakaan dan dua korban kekerasan yang menyebabkan satu orang meninggal dunia," ujar Farhan saat ditemui di Pendopo Kota Bandung.

Korban asal Cibiru itu ditemukan sekitar pukul 03.00 WIB dalam kondisi mengenaskan. Berdasarkan informasi dari Pemkot Bandung, jasad korban tergeletak di tepi jalan dengan sebuah pisau masih tertancap di bagian dada.

Kasus kematian warga Cibiru ini kini menjadi fokus penyelidikan aparat kepolisian. Pemerintah Kota Bandung memastikan proses investigasi terus berjalan untuk mengungkap pelaku dan motif di balik aksi kekerasan tersebut.

Baca Juga: AS dan Iran Beri Sinyal Akhiri Konflik, 4 Isu Ini Jadi Kunci Kesepakatan Damai

"Terkait kasus kekerasan di Cibiru, aparat kepolisian saat ini sedang melakukan penyelidikan mendalam."

Selain kejadian di Cibiru, insiden kekerasan lain juga dilaporkan terjadi di wilayah Cisaranten Kidul. Korban dalam kasus tersebut diketahui merupakan warga setempat, sementara identitas pelaku masih dalam proses penelusuran pihak berwenang.

"Sementara untuk satu kasus kekerasan lainnya yang terjadi di wilayah Cisaranten Kidul, korbannya adalah warga setempat dan pelaku saat ini sedang diidentifikasi," kata Farhan menegaskan.

Di luar kasus kriminal, tingginya antusiasme Bobotoh selama konvoi turut memicu lonjakan angka kecelakaan. Gelombang pertama konvoi berlangsung spontan usai laga Persib melawan Persijap Jepara, sementara pawai kedua digelar resmi pada Minggu pagi dengan rute dari Gedung Sate menuju Jalan Asia Afrika.

Kepadatan kendaraan dan massa yang membeludak membuat fasilitas kesehatan kewalahan menangani korban. Dari total 122 orang yang tercatat mengalami kecelakaan, sebanyak 83 orang menjalani perawatan luka ringan di pos kesehatan dan IGD, sementara 39 lainnya harus dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. Dari jumlah itu, 26 korban diketahui menjalani rawat inap akibat luka cukup serius.

Pemkot Bandung juga mencatat bahwa korban kecelakaan tidak hanya berasal dari warga Kota Bandung. Sebanyak 70 orang tercatat ber-KTP Kota Bandung, sedangkan 52 lainnya datang dari luar daerah untuk ikut merayakan keberhasilan Persib.

Meski rute utama konvoi pada Minggu berjalan relatif terkendali, tragedi meninggalnya warga Cibiru dan tingginya jumlah korban kecelakaan menjadi catatan serius bagi pemerintah daerah dan aparat keamanan. Evaluasi pengamanan massa besar dipastikan akan dilakukan agar perayaan serupa di masa mendatang tidak kembali menelan korban.

x|close