Ntvnews.id, Berlin - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan memberikan ultimatum kepada sekutu-sekutunya di Eropa agar ikut berkontribusi dalam pengamanan Selat Hormuz dengan mengerahkan kapal perang atau aset militer lainnya, menurut laporan Der Spiegel pada Kamis, 9 April 2026.
Permintaan tersebut disebut disampaikan dalam pertemuan tertutup antara Trump dan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di Gedung Putih.
Informasi ini mengutip keterangan diplomat Eropa yang tidak disebutkan identitasnya.
Baca Juga: Trump desak NATO Berani Kirim Kapal Militer ke Selat Hormuz
Usai pertemuan, Rutte dikabarkan meneruskan pesan kepada para mitra di Eropa bahwa Washington menuntut adanya "komitmen konkret" dalam beberapa hari ke depan.
Para diplomat menilai permintaan tersebut sebagai bentuk ultimatum, mengingat pemerintahan Trump disebut tidak lagi menerima sekadar "janji politik" dari negara-negara sekutu.
Namun demikian, belum jelas apakah Amerika Serikat mendorong pembentukan misi formal NATO atau hanya menginginkan pengerahan militer secara nasional yang terkoordinasi.
Sejumlah negara Eropa, termasuk Jerman, hingga kini masih berhati-hati dalam merespons permintaan tersebut.
Mereka enggan mengerahkan armada laut ke Selat Hormuz, terutama karena tidak dilibatkan dalam keputusan awal terkait serangan ke Iran oleh Amerika Serikat dan Israel.
Kanselir Jerman Friedrich Merz sebelumnya mengkritik langkah AS dan Israel yang dinilai tidak memiliki strategi jelas untuk mengakhiri konflik.
Ia menegaskan bahwa Jerman hanya akan mempertimbangkan kontribusi dalam pengamanan Selat Hormuz setelah adanya gencatan senjata, mandat internasional, serta persetujuan parlemen.
Baca Juga: Trump Pertimbangkan AS Keluar dari NATO
Sementara itu, dalam unggahannya di platform Truth Social setelah pertemuan pada Rabu, 8 April 2026, Trump kembali mengkritik sekutu Eropa.
"NATO tidak hadir saat kami membutuhkan mereka, dan mereka pasti tak akan hadir saat kami membutuhkan mereka lagi nanti," kata dia.
Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt juga menyampaikan bahwa Trump menilai NATO "telah diuji, dan gagal" dalam konteks konflik dengan Iran.
"Cukup menyedihkan karena NATO berpaling dari rakyat Amerika dalam enam pekan terakhir ini ketika rakyat Amerikalah yang mendanai pertahanan mereka," kata Leavitt.
(Sumber: Antara)
Menteri Luar Negeri Amerika serikan Marco Rubio (kanan) bertemu dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di Washington D.C., Amerika Serikat, Rabu (8/4/2026). ANTARA/Anadolu Ajansi/Celal Güneş/aa. (Antara)