Trump Minta Netanyahu Redam Serangan ke Lebanon di Tengah Upaya Damai AS-Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Apr 2026, 08:30
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Foto menunjukkan kebakaran yang disebabkan oleh serangan udara Israel di Beirut, Lebanon, Rabu (8/4/2026). ANTARA/Xinhua/Bilal Jawich/aa. Foto menunjukkan kebakaran yang disebabkan oleh serangan udara Israel di Beirut, Lebanon, Rabu (8/4/2026). ANTARA/Xinhua/Bilal Jawich/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa dirinya telah meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menurunkan intensitas serangan militer ke Lebanon. Permintaan tersebut disampaikan di tengah proses negosiasi antara Washington dan Teheran guna meredakan konflik di kawasan Timur Tengah.

“Saya berbicara dengan Bibi dan dia akan mengurangi serangan. Saya hanya berpikir kita harus sedikit lebih mengurangi serangan,” kata Trump kepada NBC News, Kamis, 9 April 2026, mengacu pada Netanyahu.

Selain itu, Trump juga menyampaikan keyakinannya terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Ia menyebut dirinya “sangat optimistis” terhadap kemungkinan tercapainya solusi diplomatik.

Baca Juga: Iran Klaim Rudal Hantam Kantor Pm Israel Benjamin Netanyahu di Yerusalem

Sebelumnya, Netanyahu menyatakan telah menginstruksikan kabinet Israel untuk membuka pembicaraan langsung dengan Lebanon. Upaya tersebut bertujuan melucuti persenjataan kelompok Hizbullah sekaligus membangun perdamaian antara kedua negara.

Pada Selasa malam 7 April 2026, Trump mengumumkan adanya gencatan senjata selama dua pekan dengan Iran, dengan syarat Teheran membuka kembali jalur strategis Selat Hormuz yang sempat dibatasi.

Setelah pengumuman tersebut, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan akan memulai dialog dengan Amerika Serikat di Islamabad pada Jumat, 10 April 2026. Namun, Trump menegaskan bahwa penghentian serangan Israel di Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan tersebut karena faktor Hizbullah. Di sisi lain, Iran menilai hal itu sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata yang telah disepakati dengan Washington.

Baca Juga: Media Iran Sebut Benjamin Netanyahu Tewas Gegara Serangan Rudal

Kesepakatan gencatan senjata ini menjadi perkembangan penting setelah eskalasi konflik terbaru di Timur Tengah yang dipicu oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Sebagai respons, Iran melancarkan serangan ke wilayah Israel dan sejumlah fasilitas militer AS di kawasan, serta membatasi lalu lintas di Selat Hormuz yang berdampak pada terganggunya pasokan dan melonjaknya harga energi global.

(Sumber: Antara)

x|close