Ntvnews.id, Jakarta - Beredar konten rekayasa cuitan yang berasal dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Cuitan tersebut menyebut Indonesia mayoritas Sunni namun mendukung rezim Syiah Iran, serta membenturkan antarumat di Indonesia.
Konten ini merupakan disinformasi yang tidak hanya menyesatkan, tapi juga berpotensi memicu perpecahan sosial serta merusak kerukunan.
Baca Juga: Trump Tegaskan Konflik Lebanon Tak Masuk Kesepakatan Gencatan Senjata AS-Iran
Dikutip dari akun Instagram Cek Fakta RI, tidak terdapat cuitan resmi dari Donald Trump sebagaimana yang beredar.
"Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa konten tersebut merupakan hasil rekayasa dan penyuntingan," demikian keterangan Cek Fakta RI, Kamis, 9 April 2026.
Indonesia dikenal sebagai negara yang menjunjung tinggi keberagaman dan toleransi. Narasi yang mencoba membenturkan kelompok agama seperti ini tidak mencerminkan realitas serta berpotensi menimbulkan keresahan.
Baca Juga: Iran Ancam Batalkan Gencatan Senjata Jika Serangan Israel ke Lebanon Berlanjut
Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan kritis agar tidak terjebak disinformasi.
Presiden AS Donald Trump. (Istimewa)