Ntvnews.id, Teheran - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan bahwa keputusan untuk melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat serta menerima gencatan senjata telah mendapat persetujuan dari Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei.
“Kebijakan terkait gencatan senjata dan perundingan diadopsi secara bulat oleh lembaga-lembaga utama pemerintah dan disetujui oleh Pemimpin Tertinggi Iran setelah Amerika Serikat menerima ketentuan umum serta kerangka yang dikemukakan oleh Iran,” demikian pernyataan presiden yang dikutip melalui kantornya pada Kamis, 9 April 2026.
Baca Juga: Serangan Israel ke Lebanon Picu Penutupan Selat Hormuz
Sebelumnya, pada Selasa, 7 April 2026 malam, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa kedua negara telah mencapai kesepakatan gencatan senjata bilateral selama dua pekan.
Ia juga menyebut Iran setuju untuk membuka kembali jalur pelayaran Selat Hormuz.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran kemudian menyatakan bahwa Teheran akan memulai perundingan dengan AS pada Jumat, 10 April 2026 di Islamabad.
Baca Juga: Iran Tetapkan Jalur Alternatif di Selat Hormuz
Di tengah upaya diplomasi tersebut, situasi di kawasan masih panas. Pada Rabu, 8 April 2026, pesawat tempur dan artileri Israel dilaporkan menyerang puluhan organisasi di Lebanon selatan, termasuk kota Tyre.
Donald Trump menegaskan bahwa pemberlakuan serangan Israel di Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan dengan Iran, dengan alasan keterlibatan kelompok Hizbullah.
Namun, Iran menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang telah dicapai Amerika Serikat.
(Sumber: Antara)
Massa menghadiri pertemuan untuk menyatakan kesetiaan kepada Pemimpin Tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei di Lapangan Enghelab di Teheran, Iran, Senin (9/3/2026). /ANTARA/Xinhua/Shadati/aa. (Antara)