Melania Trump Bantah Keras Rumor Terkait Jeffrey Epstein dalam Pernyataan Langka di Televisi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Apr 2026, 09:58
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Amerika Serikat. Presiden Donald Trump (kanan) dan Ibu Negara Melania Trump menghadiri Upacara Pengampunan Turki Thanksgiving Nasional di Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat, 25 November 2025. ANTARA/Xinhua/Hu Yousong Amerika Serikat. Presiden Donald Trump (kanan) dan Ibu Negara Melania Trump menghadiri Upacara Pengampunan Turki Thanksgiving Nasional di Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat, 25 November 2025. ANTARA/Xinhua/Hu Yousong (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pada Kamis, 9 April, Ibu Negara Amerika Serikat Melania Trump tampil dalam pernyataan langsung yang jarang dilakukan di televisi untuk menanggapi berbagai rumor yang mengaitkan dirinya dengan mendiang miliarder sekaligus terpidana kasus kejahatan seksual, Jeffrey Epstein.

Dalam pernyataan terbukanya, Melania dengan tegas membantah seluruh tuduhan yang menurutnya telah mencemarkan nama baiknya selama bertahun-tahun. Ia menyoroti maraknya informasi yang beredar di media sosial yang dinilainya dipenuhi oleh klaim palsu, manipulasi, dan upaya sistematis untuk merusak reputasinya di ruang publik.

“Kebohongan yang mengaitkan saya dengan Jeffrey Epstein yang memalukan harus dihentikan hari ini,” ujarnya dalam siaran langsung tersebut.

“Orang-orang yang berbohong tentang saya tidak memiliki standar etika, kerendahan hati, dan rasa hormat. Saya tidak mempermasalahkan ketidaktahuan mereka, tetapi saya menolak upaya jahat mereka untuk mencemarkan nama baik saya,” lanjutnya.

Melania juga menilai bahwa serangan terhadap dirinya bukan hanya sekadar kesalahpahaman publik, tetapi bagian dari upaya yang dilakukan oleh pihak-pihak dengan kepentingan politik dan finansial. Ia menyebut bahwa tuduhan tersebut sengaja diproduksi untuk merusak citranya di ruang publik.

Baca Juga: China Tutup Sebagian Wilayah Udara Selama 40 Hari, Ada Apa?

Fitnah palsu tentang saya dari individu dan entitas yang berniat jahat serta bermotif politik, yang ingin merusak nama baik saya, mendapatkan keuntungan finansial, dan naik secara politik harus dihentikan,” lanjutnya.

Dalam klarifikasinya, Melania juga membantah narasi yang menyebut bahwa Jeffrey Epstein adalah orang yang memperkenalkannya kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia menegaskan bahwa pertemuannya dengan Donald Trump terjadi secara tidak sengaja pada sebuah pesta tahun 1998, yang sebelumnya telah ia jelaskan dalam memoarnya berjudul Melania.

Ia juga membantah keras anggapan bahwa dirinya pernah memiliki hubungan pertemanan dengan Epstein. Menurutnya, ia dan Donald Trump hanya sesekali menghadiri acara yang sama karena adanya tumpang tindih dalam lingkaran sosial elite di New York dan Palm Beach, sesuatu yang menurutnya cukup umum terjadi di kalangan tersebut.

“Saya tidak pernah berteman dengan Epstein. Donald dan saya sesekali diundang ke pesta yang sama dengan Epstein karena pergaulan sosial yang saling tumpang tindih adalah hal yang umum di Kota New York dan Palm Beach,” katanya.

Baca Juga: Rusia Kecam Serangan Israel ke Lebanon, Desak Masuk dalam Kesepakatan Gencatan Senjata

Melania kemudian menjelaskan bahwa pertemuan pertamanya dengan Epstein terjadi pada tahun 2000 dalam sebuah acara yang juga dihadiri oleh dirinya bersama Donald Trump. Ia menegaskan bahwa pada saat itu, ia belum pernah bertemu Epstein dan tidak mengetahui latar belakang kriminal maupun aktivitas ilegal yang kemudian menjerat namanya.

“Pertama kali saya bertemu Epstein adalah pada tahun 2000 di sebuah acara yang dihadiri Donald dan saya bersama-sama. Saat itu, saya belum pernah bertemu Epstein dan tidak mengetahui kegiatan kriminalnya,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menanggapi isu yang muncul dari berkas komunikasi yang disebut-sebut melibatkan dirinya dengan Ghislaine Maxwell, yang merupakan sosok dekat Epstein. Melania menegaskan bahwa hubungan tersebut tidak memiliki arti apa pun selain komunikasi biasa yang bersifat sopan.

“Untuk memperjelas, saya tidak pernah memiliki hubungan dengan Epstein atau rekan kerjanya, Maxwell. Balasan email saya kepada Maxwell tidak bisa dikategorikan lebih dari sekadar komunikasi biasa. Balasan sopan saya terhadap emailnya tidak lebih dari catatan kecil yang sepele,” lanjut dia.

Dalam penjelasannya, Melania juga kembali menegaskan bahwa dirinya tidak pernah terlibat, dipanggil sebagai saksi, atau disebut dalam dokumen hukum apa pun terkait kasus Epstein. Ia menyebut bahwa namanya tidak pernah muncul dalam dokumen pengadilan, kesaksian korban, maupun wawancara FBI yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Ia juga membantah keterlibatan dalam bentuk apa pun, termasuk dugaan bahwa dirinya pernah berada di pesawat pribadi Epstein atau mengunjungi pulau pribadinya yang sering menjadi sorotan dalam berbagai laporan investigasi.

“Saya bukan saksi atau saksi yang disebut dalam kaitannya dengan kejahatan Epstein apa pun. Nama saya tidak pernah muncul dalam dokumen pengadilan, kesaksian deposisi, pernyataan korban, atau wawancara FBI terkait kasus Epstein. Saya tidak pernah memiliki pengetahuan apa pun tentang pelecehan Epstein terhadap para korbannya. Saya tidak pernah terlibat dalam kapasitas apa pun.”

“Saya tidak pernah berada di pesawat Epstein, dan tidak pernah mengunjungi pulau pribadinya.”

Baca Juga: Survei Tunjukkan Mayoritas Warga AS Dukung Pemakzulan Trump

Di akhir pernyataannya, Melania menyerukan agar Kongres Amerika Serikat segera mengambil tindakan untuk membuka ruang transparansi dan memberikan kesempatan bagi para korban untuk bersuara secara resmi di hadapan publik.

“Sekarang adalah waktu bagi Kongres untuk bertindak. Kita masih harus bekerja secara terbuka dan transparan untuk mengungkap kebenaran,” katanya. “Saya menyerukan kepada Kongres untuk memberikan kesempatan kepada para perempuan yang menjadi korban Epstein untuk mendapatkan sidang publik yang secara khusus berfokus pada para penyintas.”

Ia menegaskan bahwa para korban harus diberi kesempatan untuk memberikan kesaksian di bawah sumpah di depan Kongres, sehingga pernyataan mereka dapat menjadi bagian permanen dari catatan resmi negara.

“Berikan para korban ini kesempatan untuk bersaksi di bawah sumpah di depan Kongres dengan kekuatan kesaksian yang disumpah. Setiap perempuan harus memiliki kesempatan untuk menceritakan kisahnya di depan umum jika ia mau, dan kemudian kesaksiannya harus dimasukkan secara permanen ke dalam catatan Kongres. Setelah itu, dan hanya setelah itu, kita akan mendapatkan kebenaran.”

Setelah pernyataan tersebut selesai disampaikan, awak media mencoba mengajukan pertanyaan lanjutan. Namun, Ibu Negara meninggalkan lokasi tanpa memberikan jawaban tambahan apa pun kepada pers.

x|close