Ntvnews.id, Jakarta - Danantara Indonesia Trust (DIT) resmi meluncurkan tiga kemitraan strategis perdana di sektor kesehatan, pendidikan, dan literasi budaya sebagai bagian dari penguatan program filantropi serta pembangunan sosial berkelanjutan di Indonesia.
Peluncuran kemitraan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Danantara Indonesia Trust dengan Kementerian Kesehatan, Yayasan Karya Salemba Empat, serta Museum dan Cagar Budaya atau Indonesia Heritage Agency.
CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sekaligus Pembina Danantara Indonesia Trust, Rosan Roeslani, mengatakan lembaga tersebut dibentuk tidak hanya untuk mengelola investasi negara, tetapi juga memperluas kontribusi sosial bagi masyarakat Indonesia.
“Danantara Indonesia didirikan bukan hanya untuk mengelola aset dan investasi negara, tetapi juga untuk berkontribusi pada kemajuan sosial Indonesia,” kata Rosan Roeslani di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.
Rosan menjelaskan bahwa Danantara Indonesia Trust akan berfokus pada sektor kesehatan, pendidikan, kebudayaan, serta air, sanitasi, dan higiene (water, sanitation, and hygiene/WASH). Untuk memperkuat tata kelola filantropi, Danantara juga bekerja sama dengan Gates Foundation guna membangun lembaga yang kredibel, profesional, transparan, dan berstandar tinggi.
“Melalui Danantara Indonesia Trust, kami memperluas misi kami untuk memperkuat sumber daya manusia dan menjawab tantangan sosial, karena kami percaya bahwa penciptaan nilai jangka panjang harus berjalan seiring dengan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Rosan.
Dalam sektor kesehatan, Danantara Indonesia Trust mendukung program kesehatan ibu dan anak melalui penyediaan vaksin heksavalen, penguatan rantai dingin (cold chain) vaksin, serta bantuan suplemen multiple micronutrient bagi ibu hamil dan ibu nifas untuk membantu pencegahan stunting.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebutkan dukungan awal yang diberikan Danantara Indonesia Trust untuk program tersebut mencapai sekitar Rp250 miliar atau setara 15 juta dolar AS.
“Nah, tiga bantuan ini nilainya dari Danantara Trust itu kurang lebih Rp250 miliar atau 15 juta dolar AS,” ujar Budi.
Baca Juga: Beasiswa Kemenag Master Double Degree Dibuka hingga Akhir Mei 2026
Ia menambahkan bahwa dukungan filantropi sangat penting untuk memperkuat pembiayaan kesehatan nasional, terutama karena Indonesia masih menghadapi tantangan besar seperti tingginya angka anak zero-dose yang belum mendapatkan imunisasi dan angka kematian ibu yang masih tinggi di kawasan ASEAN.
Di bidang pendidikan, kerja sama dengan Yayasan Karya Salemba Empat mencakup pemberian beasiswa selama tiga tahun bagi sekitar 500 mahasiswa kurang mampu di berbagai wilayah Indonesia. Program tersebut juga dilengkapi dengan pendampingan, pengembangan kepemimpinan, serta pelatihan kesiapan karier.
Sementara pada sektor budaya, Danantara Indonesia Trust bekerja sama dengan Museum dan Cagar Budaya untuk mengembangkan Perpustakaan Danantara Indonesia Trust di Museum Nasional. Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan dukungan tersebut turut membantu revitalisasi dua bagian Museum Nasional yang terdampak kebakaran pada 2023.
“Terima kasih sekali lagi kepada Danantara Indonesia Trust. Kami sangat terbantu sekali terutama dengan museum, dengan perpustakaan,” ujar Fadli.
Baca Juga: Kemenag Buka Peluang Beasiswa Jalur Akselerasi, Bisa Langsung Tempuh S2-S3
Ketua Danantara Indonesia Trust, Nuraini Razak, mengatakan ketiga kemitraan tersebut dipilih untuk menjawab kebutuhan pembangunan yang mendesak, mulai dari kesehatan ibu dan anak hingga akses pendidikan dan literasi budaya masyarakat.
“Melalui kolaborasi ini, program-program tersebut akan menjadi fondasi Danantara Indonesia Trust sebagai platform yang memobilisasi aksi kolektif, mendorong solusi berskala besar, dan menghadirkan dampak nyata di seluruh Indonesia,” ungkap Nuraini.
Ia menambahkan bahwa Danantara Indonesia Trust saat ini juga tengah membangun sistem tata kelola, mekanisme pengawasan, serta kerangka monitoring, evaluation, and learning (MEL) untuk memastikan efektivitas seluruh program yang dijalankan.
(Sumber: Antara)
CEO Danantara sekaligus Pembina Danantara Indonesia Trust Rosan Roeslani (tengah) didampingi Ketua Danantara Indonesia Trust Nuraini Razak (kiri), Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kedua kiri), dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon (kanan) memberikan keterangan kepada wartawan usai peluncuran kemitraan strategis Danantara Indonesia Trust di Jakarta, Senin (25/5/2026). ANTARA/Aria Ananda/pri. (Antara)