Ntvnews.id, Jakarta - Danantara Indonesia melalui PT Danantara Investment Management (DIM) menetapkan sebanyak 85 peserta masuk dalam Daftar Penyedia Terseleksi (DPT) untuk pemilihan mitra kerja sama Badan Usaha Pengembang dan Pengelola Pengolah Sampah Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan menjadi Energi Listrik (BUPP PSEL).
Tahapan tersebut menjadi bagian dari gelombang kedua seleksi mitra proyek PSEL, setelah sebelumnya proses serupa dilakukan untuk wilayah Kota Bekasi, Bogor Raya, dan Denpasar Raya.
Director Investment DIM sekaligus CEO PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) Fadli Rahman mengatakan meningkatnya jumlah peserta dari dalam maupun luar negeri menunjukkan besarnya ketertarikan investor terhadap program PSEL yang dinilai memiliki tata kelola yang baik dan kredibel.
“Kami terus berkomitmen untuk memastikan bahwa seluruh proses seleksi mitra PSEL dilakukan secara transparan dan kompetitif, sehingga menghasilkan mitra yang mampu mendukung pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berkontribusi dalam penyelesaian darurat sampah di Indonesia,” ujar Fadli.
Ia menjelaskan, setelah proses seleksi tersebut, DIM akan menerbitkan Terms of Reference (ToR) kepada seluruh peserta yang lolos DPT BUPP PSEL. Informasi mengenai jadwal serta tahapan lanjutan akan disampaikan melalui pemberitahuan berikutnya.
Sebelumnya, Danantara membuka peluang bagi perusahaan nasional maupun internasional yang memiliki pengalaman dan kemampuan dalam pengembangan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik untuk mengikuti proses prakualifikasi pembentukan DPT.
"Perusahaan yang masuk dalam DPT akan menjadi calon mitra yang berpotensi dilibatkan dalam pengembangan proyek PSEL di Indonesia pada tahap selanjutnya,” ujar Fadli.
Baca Juga: Investasi PSEL Jakarta Diperkirakan Capai 1 Miliar Dolar AS
Secara keseluruhan, DPT gelombang kedua mencakup 85 entitas yang terdiri atas perusahaan maupun konsorsium baru, termasuk peserta dari gelombang pertama.
"Peningkatan signifikan dari 24 peserta pada gelombang pertama menjadi 85 peserta pada gelombang kedua mencerminkan tingginya minat dan kepercayaan pelaku usaha terhadap program PSEL yang akan dikelola oleh PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), anak perusahaan DIM," ujar Fadli.
Partisipasi internasional pada gelombang kedua juga semakin luas dengan keterlibatan perusahaan dan konsorsium dari berbagai negara seperti Indonesia, Singapura, India, Korea Selatan, China, Jepang, dan Perancis.
“Perluasan cakupan ini memperkaya ragam pilihan teknologi, struktur pembiayaan dan model kemitraan dalam pengembangan PSEL,” ujar Fadli.
Baca Juga: CIO Danantara Ungkap 100 Investor Minat Proyek PSEL di Indonesia
Selain perusahaan asing, keterlibatan industri nasional juga cukup besar. Sebanyak 16 perusahaan lokal tercatat masuk dalam konsorsium DPT gelombang kedua. Hal itu dinilai mencerminkan kesiapan pelaku industri dalam negeri untuk ikut ambil bagian dalam pembangunan infrastruktur pengolahan sampah berskala besar di Indonesia.
Keterlibatan perusahaan nasional tersebut juga sejalan dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 yang menekankan pentingnya partisipasi industri dalam negeri dalam pengembangan proyek pengolahan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan.
Adapun daftar lengkap 85 entitas yang dinyatakan lolos seleksi DPT BUPP PSEL gelombang kedua dapat diakses melalui situs resmi Danantara Indonesia.
(Sumber: Antara)
Arsip foto - Direktur Investasi PT Danantara Investment Management Fadli Rahman di Jakarta, Kamis (26/2/2026). ANTARA/Indra Arief Pribadi/am. (Antara)