China Tutup Sebagian Wilayah Udara Selama 40 Hari, Ada Apa?

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Apr 2026, 08:55
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi Pesawat Ilustrasi Pesawat (Istimewas)

Ntvnews.id, Beijing - Pemerintah China secara tiba-tiba mengumumkan penutupan sebagian wilayah udara selama 40 hari. Kebijakan ini langsung memicu perhatian internasional karena minimnya penjelasan resmi terkait alasan di balik langkah tersebut.

Laporan The Wall Street Journal, menyebutkan bahwa penutupan telah diberlakukan sejak 27 Maret dan akan berlangsung hingga 6 Mei. Area yang terdampak berada di wilayah lepas pantai, termasuk kawasan utara dan selatan Shanghai.

Menurut Federal Aviation Administration (FAA) dari Amerika Serikat, zona yang ditutup membentang dari Laut Kuning yang berbatasan dengan Korea Selatan hingga Laut China Timur yang mengarah ke Jepang.

Pengumuman ini dikeluarkan secara mendadak tanpa disertai penjelasan resmi dari pemerintah Beijing.

Dilansir dari Anadolu Agency, Jumat, 10 April 2026, pemberitahuan serupa sebelumnya kerap dikeluarkan China saat akan menggelar latihan militer. Namun, biasanya penutupan wilayah udara untuk keperluan tersebut hanya berlangsung beberapa hari.

Baca Juga: Dimediasi China, Pakistan dan Afghanistan Sepakat Redam Konflik

Kali ini, tidak ada pengumuman terkait agenda militer, sehingga memunculkan spekulasi baru di dunia penerbangan. Situasi ini juga terjadi bersamaan dengan berhentinya aktivitas pesawat militer China di sekitar Taiwan tanpa penjelasan yang jelas.

Sebelumnya, otoritas Taiwan hampir setiap hari melaporkan adanya aktivitas militer China di sekitar wilayah mereka. Bahkan, pada akhir tahun lalu, Beijing menggelar latihan militer dalam skala besar di sekitar pulau tersebut.

Pemerintah di Taipei mengecam aktivitas tersebut karena dianggap sebagai bentuk tekanan berkelanjutan. China sendiri mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, sementara pihak Taiwan menyatakan keinginan untuk tetap berdiri sebagai entitas yang memiliki pemerintahan sendiri.

Wilayah udara yang ditutup kali ini berada ratusan mil dari Taiwan. Meski demikian, penerbangan sipil disebut tidak terdampak secara langsung, meskipun tetap diperlukan koordinasi bagi pesawat yang melintasi area tersebut.

Selain itu, zona udara yang diumumkan dalam pemberitahuan tersebut juga tidak mencantumkan batas ketinggian vertikal, sehingga menambah ketidakpastian di kalangan pelaku industri penerbangan.

x|close