Ntvnews.id, Beijing - Pakistan dan Afghanistan mencapai kesepakatan untuk menahan diri dari eskalasi konflik bersenjata setelah mengikuti perundingan yang difasilitasi China dalam beberapa hari terakhir. Beijing menyebut kedua negara sepakat untuk memulihkan kembali hubungan bilateral.
Dilansir dari AFP, Kamis, 9 April 2026, dua negara bertetangga yang sebelumnya merupakan sekutu ini terlibat ketegangan akibat tuduhan Islamabad bahwa Afghanistan melindungi kelompok militan pelaku serangan lintas batas. Tuduhan tersebut dibantah oleh pemerintah Taliban.
Ketegangan memuncak pada akhir Februari ketika serangan udara Pakistan dibalas dengan operasi darat Afghanistan. Situasi itu bahkan sempat disebut Islamabad sebagai "perang terbuka".
Pada 16 Maret, serangan Pakistan terhadap sebuah rumah sakit di Kabul menyebabkan ratusan korban jiwa dari kalangan sipil. Insiden tersebut memicu kecaman dunia internasional dan mendorong kembali seruan untuk menghentikan konflik melalui jalur diplomasi.
"Perwakilan dari China, Afghanistan, dan Pakistan mengadakan pertemuan informal selama seminggu di Urumqi, Xinjiang, dari 1 hingga 7 April," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning.
Baca Juga: Harga BBM Naik Tajam, Pakistan Gratiskan Transportasi Umum
Ia menjelaskan bahwa pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana positif dengan diskusi yang terbuka dan konstruktif.
Ketiga pihak, lanjutnya, menyatakan komitmen untuk segera menyelesaikan perbedaan yang ada dan mengembalikan hubungan bilateral ke kondisi normal.
"komitmen mereka untuk menyelesaikan perbedaan mereka sesegera mungkin dan mewujudkan kembalinya hubungan bilateral yang normal, dengan sepakat untuk tidak mengambil tindakan apa pun yang akan meningkatkan atau memperumit situasi".
Sebelumnya, para diplomat dari Pakistan dan Afghanistan telah mengungkap adanya pembicaraan tersebut, meskipun baru kini dikonfirmasi secara resmi oleh pemerintah China.
Adapun gencatan senjata yang sempat diberlakukan selama libur Idul Fitri berakhir pada 24 Maret. Selama konflik berlangsung, perbatasan darat kedua negara hampir sepenuhnya ditutup, yang berdampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Ilustrasi perbatasan India dan Pakistan. (Antara)