Dealer Honda Berguguran, Pondok Pinang Tutup dan Beralih ke Merek China

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Apr 2026, 11:05
thumbnail-author
Adiantoro
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Dealer Honda Megatama Pondok Pinang di Jakarta Selatan resmi menghentikan operasionalnya per 31 Maret 2026. (Foto: Istimewa) Dealer Honda Megatama Pondok Pinang di Jakarta Selatan resmi menghentikan operasionalnya per 31 Maret 2026. (Foto: Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Dealer Honda Megatama Pondok Pinang di Jakarta Selatan resmi menghentikan operasionalnya per 31 Maret 2026. 

Kabar ini disampaikan melalui pesan perpisahan di media sosial Instagram @hondaponpin, setelah bertahun-tahun melayani konsumen.

Mulai April 2026, seluruh aktivitas dealer tersebut dinyatakan berhenti. Penutupan ini disebut sebagai bagian dari penataan ulang jaringan di tengah persaingan industri otomotif yang semakin ketat. 

Lokasi dealer yang berada di Jalan Ciputat Raya No.80, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, dikabarkan akan beralih fungsi menjadi showroom merek mobil asal China, Jaecoo.

Fenomena ini mencerminkan dinamika baru dalam industri otomotif nasional. Sejumlah dealer Honda di berbagai daerah dilaporkan mulai beralih ke merek lain, khususnya produsen otomotif asal China yang tengah agresif memperluas pasar.

Meski demikian, Honda memastikan layanan kepada konsumen tetap berjalan normal. Pelanggan diarahkan untuk mengakses layanan melalui jaringan dealer Honda lainnya yang masih beroperasi.

Tren serupa juga dilaporkan terjadi di beberapa wilayah lain seperti Bekasi dan Tangerang.

Melalui akun Instagram @hondaponpin, dealer Honda Megatama Pondok Pinang di Jakarta Selatan resmi menghentikan operasionalnya per 31 Maret 2026. (Foto: Istimewa) Melalui akun Instagram @hondaponpin, dealer Honda Megatama Pondok Pinang di Jakarta Selatan resmi menghentikan operasionalnya per 31 Maret 2026. (Foto: Istimewa)

Persaingan industri otomotif di Indonesia memang kian sengit. Perubahan preferensi konsumen menjadi salah satu faktor utama. 

Saat ini, pasar cenderung mengarah pada kendaraan dengan teknologi canggih, fitur modern, serta harga yang lebih kompetitif.

Beberapa dealer Honda seperti Pasteur, Jemursari, Triputra, dan Trimegah BSD bahkan telah lebih dulu berganti identitas, menandai pergeseran tren yang semakin nyata.

Berdasarkan data Gaikindo, penjualan Honda menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Dari 128.010 unit pada 2023, angka tersebut turun menjadi 71.233 unit pada 2025.

Sebaliknya, merek-merek otomotif asal China justru mengalami pertumbuhan signifikan berkat strategi harga agresif dan inovasi teknologi.

Perubahan ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan sinyal kuat peta persaingan otomotif di Indonesia sedang mengalami transformasi besar, dan dominasi merek Jepang perlahan mulai mendapat tantangan serius.

x|close