Ntvnews.id, Jakarta - Hyundai Motor Company resmi menarik kembali lebih dari 54.000 kendaraan hybrid di Amerika Serikat (AS) setelah otoritas keselamatan lalu lintas AS menemukan potensi risiko kebakaran akibat komponen yang mengalami panas berlebih.
Penarikan kembali (recall) tersebut diumumkan oleh National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) pada Rabu (20/5/2026) waktu setempat.
Dikutip dari The News, Kamis (21/5/2026), model yang terdampak adalah Hyundai Elantra Hybrid produksi tahun 2024 hingga 2026.
Menurut NHTSA, masalah berasal dari unit kontrol daya hybrid yang dapat mengalami overheating saat kendaraan bekerja dalam beban listrik tinggi.
Kondisi ini berpotensi membuat mobil gagal dinyalakan atau berpindah ke mode daya rendah secara tiba-tiba.
Dalam beberapa kasus, panas berlebih tersebut bahkan dapat memicu kerusakan termal pada komponen internal kendaraan.
Baca Juga: Hyundai Pesimistis Saingi Mobil Listrik China, Ford Siap Luncurkan EV Terjangkau
Jika tidak segera ditangani, kondisi ini disebut dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran kendaraan.
Sebagai langkah penanganan, Hyundai akan melakukan pembaruan perangkat lunak (software update) secara gratis melalui dealer resmi.
Hingga saat ini, belum ada laporan kecelakaan maupun korban cedera yang dikaitkan dengan masalah tersebut.
Kasus recall ini menambah daftar pengawasan ketat terhadap kendaraan hybrid dan listrik di industri otomotif global.
Dalam beberapa tahun terakhir, isu terkait baterai dan komponen kelistrikan yang mengalami overheating menjadi perhatian utama regulator keselamatan di berbagai negara.
Hyundai juga akan mengirimkan pemberitahuan resmi kepada para pemilik kendaraan terdampak, lengkap dengan petunjuk untuk melakukan perbaikan di jaringan dealer resmi.
Logo Hyundai terlihat di ruang pamer di Budapest, 26 Januari 2012. (Foto: Dok/Bernadett Shabo/Reuters)