Wamenhaj: Angka Kematian Jamaah Haji Indonesia 2026 Turun Drastis, Layanan Haji Dinilai Makin Baik

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Jun 2026, 16:40
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Jamaah haji dari berbagai negara di dunia melaksanakan tawaf di Masjidil Haram, Makkah, Selasa (2/6/2026) malam. ANTARA/Citro Atmoko Jamaah haji dari berbagai negara di dunia melaksanakan tawaf di Masjidil Haram, Makkah, Selasa (2/6/2026) malam. ANTARA/Citro Atmoko (Antara)

Ntvnews.id, Makkah - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 menunjukkan berbagai capaian positif, terutama dalam aspek kesehatan jamaah. Salah satu indikator yang paling menonjol adalah penurunan signifikan angka kematian jamaah haji Indonesia dibandingkan musim haji tahun sebelumnya.

Menurut Dahnil, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari penerapan kebijakan istithaah kesehatan yang dilakukan secara lebih ketat sebelum keberangkatan jamaah ke Tanah Suci. Melalui kebijakan tersebut, hanya calon jamaah yang memenuhi syarat kesehatan yang diperbolehkan mengikuti perjalanan ibadah haji.

"Jadi catatan bahwasannya jumlah kematian jamaah haji kita itu menurun drastis. Tahun lalu 400-an, sekarang itu jamaah haji kita yang per hari ini 180-an. Jadi penurunannya drastis sekali dari 400 menjadi 180-an," ujar Wamenhaj di Makkah, Rabu, 3 Juni 2026.

Dahnil menjelaskan bahwa penurunan jumlah kematian hingga lebih dari 50 persen menjadi bukti bahwa kondisi kesehatan jamaah haji Indonesia tahun ini relatif lebih baik dibandingkan periode sebelumnya. Ia menilai kebijakan seleksi kesehatan yang lebih ketat telah memberikan dampak positif terhadap keselamatan jamaah selama menjalankan ibadah.

Kebijakan istithaah kesehatan tersebut juga merupakan bagian dari ketentuan yang diterapkan oleh Kerajaan Arab Saudi sebagai penyelenggara ibadah haji. Karena itu, pemerintah Indonesia terus menyesuaikan berbagai standar kesehatan guna memastikan jamaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan lancar.

Baca Juga: Wamen Haji: Angka Jamaah Wafat di Tanah Suci Turun Signifikan pada Musim Haji 2026

Selain berharap tidak ada lagi penambahan angka kematian hingga akhir musim haji, Dahnil juga menyoroti berbagai kemajuan dalam tata kelola penyelenggaraan haji tahun ini. Ia menyebut perbaikan manajemen yang dilakukan pemerintah Indonesia mendapat apresiasi langsung dari Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi.

Menurut Dahnil, otoritas Arab Saudi menilai Indonesia berhasil melakukan lompatan besar dalam penyelenggaraan ibadah haji. Kemajuan tersebut tercermin dari sejumlah indikator penting, termasuk peningkatan pengelolaan pembayaran dam yang melonjak dari sekitar 8.000 jamaah menjadi lebih dari 140.000 jamaah.

Selain itu, penyelesaian persoalan visa berhasil dituntaskan sebelum Hari Raya Idul Fitri, sementara penggunaan aplikasi Nusuk juga telah selesai diproses sejak jamaah masih berada di Indonesia. Langkah tersebut dinilai mempercepat dan mempermudah berbagai layanan administrasi bagi jamaah.

Baca Juga: Infografik: Debarkasi Haji 2026 Siap Sambut Kepulangan Jamaah dari Tanah Suci

Perbaikan pada tahap persiapan berdampak langsung pada pelaksanaan di lapangan. Berbagai kendala yang sebelumnya kerap dialami jamaah, seperti ketidaksesuaian hotel, masalah akomodasi, maupun kelelahan akibat menunggu terlalu lama selama perjalanan, berhasil diminimalkan pada musim haji tahun ini.

Dahnil menambahkan bahwa seluruh keluhan yang muncul dari jamaah ditangani dengan pendekatan respons cepat oleh petugas di lapangan. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan kenyamanan, keamanan, dan kualitas pelayanan tetap terjaga selama rangkaian ibadah berlangsung.

Dengan berbagai capaian tersebut, pemerintah berharap penyelenggaraan ibadah haji Indonesia semakin profesional, tertib, dan berorientasi pada keselamatan serta kenyamanan jamaah di masa mendatang.

(Sumber: Antara)

x|close