Jamaah Haji Indonesia Mulai Bergerak ke Arafah, Kemenhaj Ingatkan Kesiapan Fisik dan Kepatuhan Ihram

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Mei 2026, 19:53
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Jamaah calon haji Indonesia secara bertahap tiba di Arafah pada Senin (25/5/2026). ANTARA/HO-Kemenhaj. Jamaah calon haji Indonesia secara bertahap tiba di Arafah pada Senin (25/5/2026). ANTARA/HO-Kemenhaj. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah melaporkan bahwa jamaah calon haji Indonesia mulai diberangkatkan secara bertahap dari hotel masing-masing menuju Arafah pada hari Senin, bertepatan dengan 8 Dzulhijjah 1447 Hijriah. Pergerakan ini menjadi awal dari rangkaian puncak ibadah haji yang akan dijalani seluruh jamaah.

“Memasuki hari ke-34 operasional penyelenggaraan ibadah haji, hari ini jamaah haji Indonesia mulai bergerak menuju Arafah secara bertahap untuk menjalani puncak ibadah haji. Ini adalah fase yang sangat penting dan membutuhkan kesiapan fisik, mental, serta kedisiplinan seluruh jamaah,” ujar Juru Bicara Kemenhaj Maria Ulfa Assegaf di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.

Maria menjelaskan bahwa mobilisasi jamaah menuju Arafah dilakukan dalam tiga gelombang keberangkatan, yakni pada pukul 07.00, 11.30 dan 16.30 waktu Arab Saudi. Ia menegaskan agar seluruh jamaah mematuhi jadwal yang telah ditetapkan serta tidak bergerak secara mandiri demi menjaga ketertiban dan keamanan selama proses pergerakan.

Pemerintah juga mengingatkan jamaah untuk selalu mengikuti arahan petugas kloter, sektor, maupun pembimbing ibadah. Selain itu, jamaah diminta menjaga kepatuhan terhadap aturan ihram selama rangkaian ibadah berlangsung.

Baca Juga: Pertamina Pastikan Kesiapan Avtur untuk Dukung Penerbangan Haji 2026

“Bagi jamaah laki-laki, kami ingatkan agar tidak memakai pakaian berjahit yang membentuk anggota badan, tidak menutup kepala dengan penutup yang melekat seperti peci atau sorban, serta tidak menggunakan alas kaki yang menutupi mata kaki dan tumit,” kata Maria.

Ia juga menambahkan ketentuan bagi jamaah perempuan selama dalam keadaan ihram.

“Sedangkan bagi jamaah perempuan, selama dalam keadaan ihram tidak diperkenankan menutup wajah dengan cadar maupun menggunakan sarung tangan," katanya.

Lebih lanjut, jamaah diingatkan untuk menjauhi berbagai larangan ihram seperti memotong kuku, mencabut rambut, menggunakan wewangian setelah niat ihram, serta menjaga sikap dan ucapan agar ibadah tetap khusyuk.

Selain aspek ibadah, Kemenhaj juga menekankan pentingnya menjaga kondisi kesehatan, terutama karena fase Armuzna membutuhkan stamina tinggi dan mobilitas yang cukup intensif.

Baca Juga: Pemerintah Matangkan Layanan Jelang Puncak Haji, Jemaah Siap Bergerak ke Arafah

“Bagi jamaah untuk menjaga kondisi tubuh dengan istirahat cukup, makan teratur, memperbanyak minum air putih, serta menghindari aktivitas yang tidak perlu agar energi tetap terjaga selama puncak ibadah haji,” ujarnya.

Ia menambahkan imbauan tambahan terkait perlindungan diri dari cuaca panas di Arab Saudi.

“Gunakan payung, masker, dan alas kaki yang nyaman saat beraktivitas di luar ruangan untuk mengurangi risiko kelelahan akibat cuaca panas. Bagi jamaah yang memiliki riwayat penyakit tertentu, pastikan obat pribadi selalu dibawa dan mudah dijangkau,” ujarnya menambahkan.

(Sumber: Antara)

x|close