Krisis Pangan di Gaza Palestina Kian Memburuk!

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Apr 2026, 09:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Pengungsi anak-anak berada di tenda-tenda sementara di bagian barat Kota Gaza, Palestina, Selasa (3/3/2026). ANTARA/Xinhua/Rizek Abdeljawad/aa. Pengungsi anak-anak berada di tenda-tenda sementara di bagian barat Kota Gaza, Palestina, Selasa (3/3/2026). ANTARA/Xinhua/Rizek Abdeljawad/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Gaza - Kondisi ketahanan pangan di Jalur Gaza kian memprihatinkan. Kebutuhan tepung diperkirakan mencapai sekitar 450 ton per hari, namun pasokan yang tersedia hanya berkisar 200 ton.

Dalam pernyataan resmi pada Minggu, 12 April 2026, kantor media pemerintah Gaza menyebut situasi ini sebagai dampak dari pembatasan pasokan yang terus berlangsung oleh Israel. Mereka bahkan menilai kebijakan tersebut sebagai bentuk “kelaparan yang direkayasa," akibat terbatasnya akses bantuan kemanusiaan yang masuk ke wilayah tersebut.

Meski kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas memungkinkan hingga 600 truk bantuan masuk setiap hari, otoritas Gaza mengungkapkan bahwa realisasi di lapangan hanya mencapai sekitar 38 persen dibandingkan tingkat distribusi sebelum konflik.

Situasi semakin memburuk setelah sejumlah organisasi bantuan mengurangi bahkan menghentikan operasionalnya. World Central Kitchen dilaporkan menghentikan distribusi tepung harian sebesar 20 hingga 30 ton. Sementara itu, World Food Programme (WFP) juga mengurangi penyaluran dari sebelumnya 300 ton menjadi hanya 200 ton per hari.

Baca Juga: Indonesia Tunda Pengiriman Pasukan Perdamaian ke Gaza

Beberapa lembaga lain turut menghentikan program distribusi roti dan tepung di wilayah tersebut, memperparah kondisi warga yang sudah kesulitan mendapatkan bahan pangan.

Di tengah krisis ini, sekitar 1,9 juta dari total 2,4 juta penduduk Gaza masih hidup sebagai pengungsi. Banyak di antaranya tinggal di tenda darurat setelah rumah mereka hancur akibat konflik berkepanjangan.

Walaupun gencatan senjata antara Israel dan Hamas telah berlaku sejak 10 Oktober 2025, kondisi di lapangan belum menunjukkan perbaikan signifikan. Pembatasan terhadap masuknya bantuan, termasuk makanan, obat-obatan, dan material hunian, masih menjadi hambatan utama.

Sejak konflik pecah, lebih dari 72.000 warga Palestina dilaporkan meninggal dunia, sementara sekitar 172.000 lainnya mengalami luka-luka. Selain itu, sekitar 90 persen infrastruktur sipil di Gaza mengalami kerusakan berat, memperburuk situasi kemanusiaan yang sudah berada di titik kritis.

x|close