Pemerintah: Ketersediaan Jagung, Gula, hingga Telur Ayam Diproyeksikan Surplus Jelang El Nino “Godzilla”

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Apr 2026, 15:41
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa, saat sidak Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan di PIKJ. Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa, saat sidak Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan di PIKJ. (Bakom RI)

Ntvnews.id

, Jakarta - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman mengatakan bahwa komoditas pangan strategis seperti jagung, gula, telur ayam, dan daging ayam diproyeksikan surplus pada Mei 2026, berdasarkan neraca pangan nasional hingga periode tersebut.

Dengan demikian, ia menyebut stok pangan strategis diharapkan cukup untuk menghadapi tantangan iklim, termasuk musim kemarau akibat fenomena El Nino “Godzilla”.

"Tantangan pangan semakin kompleks, dipengaruhi oleh dinamika geopolitik serta perubahan iklim. Namun, berdasarkan proyeksi neraca pangan nasional hingga Mei 2026, pangan strategis nasional berada pada kondisi surplus dan relatif aman," ujar Amran dalam Rapat Kerja di Gedung DPR, Selasa, 7 April 2026.

Ia kemudian merinci proyeksi surplus komoditas pangan strategis berdasarkan neraca pangan nasional hingga Mei 2026.

Baca Juga: Waspada El Nino Godzilla, Mentan Amran: Stok Pangan Aman 11 Bulan

Pertama, gula konsumsi diproyeksikan surplus 632 ribu ton, berdasarkan proyeksi ketersediaan sebesar 1,81 juta ton dan kebutuhan sebesar 1,18 juta ton.

Kedua, daging ayam juga diproyeksikan surplus 837 ribu ton, dengan mempertimbangkan proyeksi suplai sebesar 2,52 juta ton dan kebutuhan sebesar 1,68 juta ton.

Ketiga, pasokan telur ayam nasional diprediksi surplus 423 ribu ton, berdasarkan proyeksi ketersediaan sebesar 3,16 juta ton dan kebutuhan sebesar 2,73 juta ton.

Keempat, jagung juga diproyeksikan surplus 4,35 juta ton, dengan mempertimbangkan proyeksi suplai sebesar 11,49 juta ton dan kebutuhan sebesar 7,13 juta ton.

Baca Juga: BULOG dan BAPANAS Dapat Apresiasi Mendagri atas Peran Strategis Stabilisasi Harga di Wilayah Terdampak Bencana

Selain memastikan ketersediaan pasokan, Amran juga menyebut pemerintah akan terus berkomitmen menjaga harga komoditas pangan strategis, yang menurutnya kini cenderung stabil setelah bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idulfitri.

Dalam bahan presentasi yang dipaparkannya di Gedung DPR, ia menyatakan bahwa harga beras medium, beras SPHP, kedelai, dan bawang putih cenderung stabil pada periode 21 Maret hingga 5 April, dengan rata-rata harga berada 3 hingga 7 persen di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP).

Bahkan, harga rata-rata cabai merah keriting juga relatif terkendali, yakni di kisaran 18 persen di bawah HET.

"Secara umum, harga pangan terkendali. Di saat bulan puasa, beberapa harga komoditas berada di atas HET tapi terkendali, dan inflasi pangan pun menunjukkan penurunan menjadi 1,58 persen di Maret 2026," pungkasnya.

x|close