Ntvnews.id,
Omzet pedagang grosir jeruk di Solo ini meningkat signifikan. Penjualan jeruk Yanau dalam sehari rata-rata 6-7 kuintal sebelum adanya program MBG.
Baca Juga: Menkop Dorong Sinergi Keuangan Syariah dan UMKM hingga ke Desa
Kini penjualan jeruknya bisa mencapai 10 kuintal dalam sehari.
Omzet pedagang jeruk di Solo melonjak berkat program MBG dari Prabowo Subianto. Penjualan yang sebelumnya 6–7 kuintal per hari kini tembus 10 kuintal. Program ini tak hanya bantu pemenuhan gizi, tapi juga dorong kesejahteraan UMKM. (Istimewa)
"(Program MBG) Berpengaruh banyak ya Mas. Sebelum MBG (penjualan) paling sekitar 6-7 kuintal (per hari). Sekarang bisa 10 kuintal (sehari)," ujar Yanau, dikutip pada Minggu 5 April 2026.
Saat ini sekitar delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah menjadi pelanggan Yanau.
"(Penjualan jeruk) Kebanyakan sekarang mengandalkan MBG," ucapnya.
Yanau mengaku bersyukur karena program MBG membawa manfaat bagi masyarakat luas.
Tak hanya membantu anak-anak serta ibu hamil dan menyusui dalam pemenuhan gizi, program MBG juga berdampak positif pada banyak UMKM, termasuk pedagang buah seperti dirinya.
Baca Juga: Tetap Konsisten di Ramadhan, Dapur MBG di Purworejo Sajikan Jenang Pati, Ayam dan Jeruk
Ia pun berharap program MBG dapat terus berlanjut untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Terima kasih Pak Prabowo, penjualan buah jadi lebih lancar berkat program MBG," tutupnya.
Omzet pedagang jeruk di Solo melonjak berkat program MBG dari Prabowo Subianto. Penjualan yang sebelumnya 6–7 kuintal per hari kini tembus 10 kuintal. Program ini tak hanya bantu pemenuhan gizi, tapi juga dorong kesejahteraan UMKM. (Istimewa)